Kapal Perang Israel Halangi Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Menuju Gaza

- Penulis Berita

Kamis, 2 Oktober 2025 - 15:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAZA,Coretansatu.Com – Kabar terbaru datang dari perairan Gaza. Sebuah kapal tentara laut Israel dilaporkan melakukan aksi penghadangan terhadap armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Insiden ini terjadi saat rombongan kapal tersebut tengah berlayar mendekati wilayah Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan,Kamis/02/10/2025.

Berdasarkan video yang beredar di berbagai sosial media, pihak militer Israel menggunakan meriam air bertekanan tinggi untuk menghentikan laju kapal flotilla. Tindakan itu sontak mengacaukan kondisi di atas kapal bantuan yang membawa sejumlah aktivis internasional.

Para aktivis yang berada di atas kapal dilaporkan terlihat berdiri dengan tangan terangkat sebagai bentuk kepatuhan terhadap peringatan keras yang dilayangkan oleh pasukan Israel. Mereka memilih tidak melakukan perlawanan demi menghindari eskalasi yang lebih berbahaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla disebutkan dipaksa untuk berhenti total. Penahanan paksa ini memaksa para relawan untuk tunduk terhadap instruksi militer Israel.

Hingga kini, belum ada konfirmasi detail mengenai nasib bantuan kemanusiaan yang dibawa oleh flotilla tersebut. Publik internasional menaruh perhatian besar terhadap nasib para aktivis serta barang-barang bantuan yang mereka bawa.

Global Sumud Flotilla diketahui berangkat dengan misi kemanusiaan untuk membantu warga Gaza yang terus mengalami krisis berkepanjangan akibat blokade dan konflik. Armada ini membawa berbagai kebutuhan penting seperti obat-obatan, makanan, dan perlengkapan kesehatan.

Aksi penghadangan terhadap kapal bantuan kemanusiaan tersebut memunculkan kecaman dari berbagai pihak. Banyak yang menilai tindakan Israel itu sebagai bentuk pelanggaran terhadap hukum internasional yang menjamin keselamatan misi kemanusiaan.

Pakar hubungan internasional turut menyuarakan keprihatinan mereka. Mereka menyebut bahwa penggunaan kekuatan semacam itu terhadap relawan tidak bersenjata merupakan tindakan tidak proporsional dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Hingga berita ini diturunkan, dunia menanti sikap resmi dari organisasi penyelenggara flotilla dan pemerintah negara-negara yang warganya ikut serta dalam misi tersebut. Desakan agar bantuan kemanusiaan tetap disalurkan tanpa hambatan terus menggema dari berbagai belahan dunia.

Facebook Comments Box

Editor : Admin.Coretansatu

Berita Terkait

DPN PERMAHI: Pemilihan Hakim MK oleh DPR Memiliki Dasar Konstitusional dan Legalitas yang Jelas
Peringati HPN 2026, DPD IWOI Sungai Penuh–Kerinci Tegaskan Peran Pers sebagai Pilar Demokrasi
Bupati Kerinci Monadi Lantik Enam Pejabat JPT Pratama
Praktisi Hukum Soroti Kementerian ESDM Batalkan RKAB PT.Smart Marsindo 2026
Miris Kantor Desa Tidak Di Buka Saat Jam Kerja, Pelayanan Publik Sungai Tutung Lumpuh Total
Parit Di Bangun Pakai Dana Desa Diduga Asal Jadi, Pembangunan Desa Gunung Labu Dipertanyakan
Amarah Warga Meledak: Kantor Tambang Nikel Morowali Dibakar
Proyek Siluman Tembok Penahan Di Kerinci: Tanpa Papan Informasi, Diduga Asal Jadi dan Abaikan Aturan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru