Proyek Siluman Tembok Penahan Di Kerinci: Tanpa Papan Informasi, Diduga Asal Jadi dan Abaikan Aturan

- Penulis Berita

Senin, 5 Januari 2026 - 01:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Proyek pembangunan tembok penahan Desa Kemantan Jaya

Foto, Proyek pembangunan tembok penahan Desa Kemantan Jaya

JAMBI,Coretansatu.com — Proyek pembangunan tembok penahan yang berlokasi di Desa Kemantan Raya, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mendadak menjadi sorotan tajam masyarakat. Pekerjaan yang seharusnya bertujuan melindungi lingkungan dan keselamatan warga itu justru menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi dan kualitas pelaksanaannya, Senin/05/01/2025.

Pasalnya, proyek yang dibiayai oleh pemerintah tersebut diduga kuat sebagai proyek siluman. Hingga kini, di lokasi pekerjaan tidak ditemukan papan informasi proyek sebagaimana diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan. Kondisi ini memicu kecurigaan publik akan adanya dugaan penyimpangan sejak awal pengerjaan.

Ketiadaan papan informasi membuat masyarakat tidak mengetahui secara jelas sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, hingga pihak kontraktor pelaksana proyek. Padahal, papan informasi merupakan bentuk keterbukaan publik yang wajib dipenuhi dalam setiap proyek pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa pemborong maupun kontraktor seharusnya patuh terhadap aturan dengan memasang papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.

“Seharusnya papan informasi itu dipasang. Dari mana sumber dananya, berapa lama pengerjaannya, dan berapa biayanya. Itu sudah diatur oleh undang-undang, bukan kemauan masyarakat,” tegas warga yang meminta identitasnya di rahasiakan saat dikonfirmasi.

Selain soal transparansi, warga juga menilai pengerjaan tembok penahan terkesan asal jadi. Kualitas bangunan diragukan, mulai dari struktur hingga metode pengerjaan yang dinilai tidak mencerminkan standar proyek pemerintah yang menggunakan uang negara.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Mereka menilai, jika pengerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis, tembok penahan tersebut justru berpotensi menimbulkan bahaya baru, terutama saat musim hujan dan terjadi tekanan air atau longsor.

Masyarakat pun mendesak dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk segera turun langsung ke lapangan. Evaluasi menyeluruh dinilai perlu dilakukan guna memastikan proyek tersebut berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan keuangan negara.

Jika dugaan proyek siluman ini dibiarkan tanpa pengawasan, bukan tidak mungkin praktik serupa akan terus berulang. Publik kini menunggu sikap tegas pemerintah daerah dan aparat pengawas, agar proyek yang menggunakan uang rakyat tidak berubah menjadi ladang gelap yang merugikan masyarakat.

Hingga berita ini di Layangkan, dinas terkait dan juga pihak kontraktor belum memberikan keterangan resmi, upaya konfirmasi Masi lakukan oleh awak media.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Zakaria

Berita Terkait

DPN PERMAHI: Pemilihan Hakim MK oleh DPR Memiliki Dasar Konstitusional dan Legalitas yang Jelas
Peringati HPN 2026, DPD IWOI Sungai Penuh–Kerinci Tegaskan Peran Pers sebagai Pilar Demokrasi
Bupati Kerinci Monadi Lantik Enam Pejabat JPT Pratama
Praktisi Hukum Soroti Kementerian ESDM Batalkan RKAB PT.Smart Marsindo 2026
Miris Kantor Desa Tidak Di Buka Saat Jam Kerja, Pelayanan Publik Sungai Tutung Lumpuh Total
Parit Di Bangun Pakai Dana Desa Diduga Asal Jadi, Pembangunan Desa Gunung Labu Dipertanyakan
Amarah Warga Meledak: Kantor Tambang Nikel Morowali Dibakar
Industrial Harmony In 2026 di Support Puluhan Perusahaan, Tab Plus Inc Hadirkan Ratusan Peserta

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:06

Dukung Olahraga Daerah: Harita Nickel Sumbang 10 Mobil Operasional untuk Sukseskan Porprov V Malut 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:47

Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:44

PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD

Senin, 1 Juni 2026 - 03:36

Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:27

Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:50

Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:23

Nazlah Gunakan Dana Pribadi untuk Kurban, Sherly Salurkan Sapi lewat APBD

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:26

Retak di Lingkar Kekuasaan, Nazlah Mulai Dibaca Jadi Penantang Sherly 2030

Berita Terbaru