JAMBI,Coretansatu.com — Proyek pembangunan tembok penahan yang berlokasi di Desa Kemantan Raya, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mendadak menjadi sorotan tajam masyarakat. Pekerjaan yang seharusnya bertujuan melindungi lingkungan dan keselamatan warga itu justru menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi dan kualitas pelaksanaannya, Senin/05/01/2025.
Pasalnya, proyek yang dibiayai oleh pemerintah tersebut diduga kuat sebagai proyek siluman. Hingga kini, di lokasi pekerjaan tidak ditemukan papan informasi proyek sebagaimana diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan. Kondisi ini memicu kecurigaan publik akan adanya dugaan penyimpangan sejak awal pengerjaan.
Ketiadaan papan informasi membuat masyarakat tidak mengetahui secara jelas sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, hingga pihak kontraktor pelaksana proyek. Padahal, papan informasi merupakan bentuk keterbukaan publik yang wajib dipenuhi dalam setiap proyek pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa pemborong maupun kontraktor seharusnya patuh terhadap aturan dengan memasang papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.
“Seharusnya papan informasi itu dipasang. Dari mana sumber dananya, berapa lama pengerjaannya, dan berapa biayanya. Itu sudah diatur oleh undang-undang, bukan kemauan masyarakat,” tegas warga yang meminta identitasnya di rahasiakan saat dikonfirmasi.
Selain soal transparansi, warga juga menilai pengerjaan tembok penahan terkesan asal jadi. Kualitas bangunan diragukan, mulai dari struktur hingga metode pengerjaan yang dinilai tidak mencerminkan standar proyek pemerintah yang menggunakan uang negara.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Mereka menilai, jika pengerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis, tembok penahan tersebut justru berpotensi menimbulkan bahaya baru, terutama saat musim hujan dan terjadi tekanan air atau longsor.
Masyarakat pun mendesak dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk segera turun langsung ke lapangan. Evaluasi menyeluruh dinilai perlu dilakukan guna memastikan proyek tersebut berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan keuangan negara.
Jika dugaan proyek siluman ini dibiarkan tanpa pengawasan, bukan tidak mungkin praktik serupa akan terus berulang. Publik kini menunggu sikap tegas pemerintah daerah dan aparat pengawas, agar proyek yang menggunakan uang rakyat tidak berubah menjadi ladang gelap yang merugikan masyarakat.
Hingga berita ini di Layangkan, dinas terkait dan juga pihak kontraktor belum memberikan keterangan resmi, upaya konfirmasi Masi lakukan oleh awak media.
Editor : Editor_Coretansatu
Sumber Berita : Zakaria








