Amarah Warga Meledak: Kantor Tambang Nikel Morowali Dibakar

- Penulis Berita

Rabu, 7 Januari 2026 - 04:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, kantor perusahaan tambang nikel Morotai di bakar warga

Foto, kantor perusahaan tambang nikel Morotai di bakar warga

Morowali,Coretansatu.com – Api amarah warga akhirnya meledak di Kabupaten Morowali. Sebuah kantor perusahaan tambang nikel dilaporkan dibakar warga pada malam hari, sebagai puncak kekecewaan mendalam terhadap penangkapan seorang aktivis lingkungan yang selama ini lantang mengkritik aktivitas pertambangan di wilayah tersebut,Rabu/07/01/2026.

Peristiwa pembakaran itu terjadi di tengah situasi panas antara masyarakat dan perusahaan tambang yang dituding merampas ruang hidup warga. Api yang melahap bangunan kantor tambang menjadi simbol kemarahan rakyat yang merasa terus ditekan, namun tak pernah dilindungi oleh negara.

Warga menyebut aksi ini bukan tanpa sebab. Penangkapan aktivis yang selama ini berdiri di barisan terdepan melawan dugaan praktik tambang bermasalah dinilai sebagai bentuk pembungkaman suara rakyat. Ketika hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas, kepercayaan publik pun runtuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam berbagai kesaksian, warga mengaku muak dengan kelakuan pemerintah dan aparat penegak hukum yang dianggap lebih berpihak kepada kepentingan pemodal ketimbang keselamatan dan hak-hak masyarakat lokal. Negara dituding hadir hanya untuk melindungi tambang, bukan rakyat.

Aktivitas pertambangan nikel di Morowali selama ini menuai sorotan tajam. Dugaan kerusakan lingkungan, pencemaran air, hingga perampasan lahan disebut terjadi secara masif, namun penindakan tegas nyaris tak pernah menyentuh aktor-aktor utama di balik operasi tambang tersebut.

Situasi memanas ketika aparat justru menangkap aktivis yang vokal menyuarakan persoalan lingkungan dan ketidakadilan. Penangkapan itu menjadi pemicu kemarahan warga yang merasa perjuangan mereka dikriminalisasi, sementara mafia tambang terus bebas beroperasi.

Aksi pembakaran kantor tambang ini sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi pemerintah. Ketika ruang dialog ditutup dan keadilan tak lagi dirasakan, kemarahan sosial bisa berubah menjadi ledakan yang sulit dikendalikan dan berpotensi meluas.

Sejumlah warga menegaskan bahwa mereka tidak membenarkan kekerasan, namun menilai tindakan tersebut lahir dari keputusasaan panjang. Mereka mendesak pemerintah pusat dan aparat penegak hukum segera mengevaluasi total perizinan tambang dan menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi negara. Jika mafia tambang terus dibiarkan dan rakyat dipaksa berjuang sendiri, maka konflik sosial serupa dikhawatirkan akan kembali terjadi. Morowali kini bukan sekadar soal tambang, melainkan potret krisis keadilan yang nyata.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Berita Terkait

DPN PERMAHI: Pemilihan Hakim MK oleh DPR Memiliki Dasar Konstitusional dan Legalitas yang Jelas
Peringati HPN 2026, DPD IWOI Sungai Penuh–Kerinci Tegaskan Peran Pers sebagai Pilar Demokrasi
Bupati Kerinci Monadi Lantik Enam Pejabat JPT Pratama
Praktisi Hukum Soroti Kementerian ESDM Batalkan RKAB PT.Smart Marsindo 2026
Miris Kantor Desa Tidak Di Buka Saat Jam Kerja, Pelayanan Publik Sungai Tutung Lumpuh Total
Parit Di Bangun Pakai Dana Desa Diduga Asal Jadi, Pembangunan Desa Gunung Labu Dipertanyakan
Proyek Siluman Tembok Penahan Di Kerinci: Tanpa Papan Informasi, Diduga Asal Jadi dan Abaikan Aturan
Industrial Harmony In 2026 di Support Puluhan Perusahaan, Tab Plus Inc Hadirkan Ratusan Peserta

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 10:13

Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:45

Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:11

Gelar Penyuluhan di Desa Baru, Polsek Obi Ajak Pelajar SMPN 13 Halsel Perangi Judol dan Napza

Berita Terbaru

Foto: istimewa

Maluku Utara

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:21