Miris Kantor Desa Tidak Di Buka Saat Jam Kerja, Pelayanan Publik Sungai Tutung Lumpuh Total

- Penulis Berita

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, kondisi Kantor Desa Sungai Tutung,

Foto, kondisi Kantor Desa Sungai Tutung,

Kerinci,Coretansatu.com — Kantor desa sejatinya menjadi pusat pelayanan dan pengaduan masyarakat, mulai dari urusan administrasi hingga kebutuhan sosial lainnya. Namun fungsi ideal tersebut justru bertolak belakang dengan kondisi Kantor Desa Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, yang terpantau tutup di saat jam kerja, sudah hampir seminggu tidak ada aktivitas di kantor desa, Jumat/09/01/2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan kantor desa dalam keadaan terkunci sejak pagi hari. Tidak ada satu pun aktivitas pelayanan yang berlangsung, sementara masyarakat yang datang terpaksa pulang dengan tangan hampa tanpa mendapatkan pelayanan apa pun.

Situasi ini menimbulkan kebingungan dan kekecewaan warga. Pelayanan publik seolah lumpuh total, sementara kantor desa yang seharusnya menjadi tempat mengadu dan dilayani justru tidak dapat diakses pada jam kerja resmi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awak media berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Desa Sungai Tutung, Doni Elpian. Namun upaya menghubungi melalui WhatsApp pribadi tidak membuahkan hasil. Panggilan berdering, tetapi tidak diangkat, menambah tanda tanya besar terkait absennya aktivitas pemerintahan desa.

Ketidakjelasan ini semakin memperkuat dugaan lemahnya disiplin aparatur desa. Hingga siang hari, tidak terlihat kehadiran perangkat desa maupun pemberitahuan resmi terkait penutupan kantor.

Seorang warga Sungai Tutung yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Yo, kantor kepala desa tidak terbuka  sudah hampir seminggu, tidak di buka mulai dari jam 8 pagi. Bahkan Lampu listriknya juga tidak dimatikan,” ujarnya, menggambarkan kondisi kantor yang seolah ditinggalkan tanpa tanggung jawab.

Menurut warga, kondisi seperti ini bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa. Pelayanan yang seharusnya menjadi prioritas justru terabaikan.

Masyarakat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci maupun instansi terkait segera turun tangan. Teguran keras dinilai perlu diberikan kepada Kepala Desa Sungai Tutung agar mematuhi aturan dan disiplin jam kerja yang telah ditetapkan.

Jika dibiarkan berlarut-larut, penutupan kantor desa di jam kerja bukan hanya mencerminkan buruknya tata kelola pemerintahan desa, tetapi juga menjadi preseden buruk bagi pelayanan publik. Warga menuntut perubahan nyata, bukan sekadar janji, demi pelayanan yang benar-benar hadir hingga jam kerja berakhir.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Zakaria

Berita Terkait

DPN PERMAHI: Pemilihan Hakim MK oleh DPR Memiliki Dasar Konstitusional dan Legalitas yang Jelas
Peringati HPN 2026, DPD IWOI Sungai Penuh–Kerinci Tegaskan Peran Pers sebagai Pilar Demokrasi
Bupati Kerinci Monadi Lantik Enam Pejabat JPT Pratama
Praktisi Hukum Soroti Kementerian ESDM Batalkan RKAB PT.Smart Marsindo 2026
Parit Di Bangun Pakai Dana Desa Diduga Asal Jadi, Pembangunan Desa Gunung Labu Dipertanyakan
Amarah Warga Meledak: Kantor Tambang Nikel Morowali Dibakar
Proyek Siluman Tembok Penahan Di Kerinci: Tanpa Papan Informasi, Diduga Asal Jadi dan Abaikan Aturan
Industrial Harmony In 2026 di Support Puluhan Perusahaan, Tab Plus Inc Hadirkan Ratusan Peserta

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:19

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:01

Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:53

Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Berita Terbaru