DPP IMM Mendesak APH Segera Periksa Dugaan Penyimpangan di BPBD Halsel: “Jangan Biarkan Kejahatan Anggaran Tumbuh di Atas Penderitaan Rakyat

- Penulis Berita

Senin, 1 Juni 2026 - 06:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPP IMM, Usman Mansur

Foto: Ketua DPP IMM, Usman Mansur

JAKARTA,Coretansatu.com— Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan maupun Kepolisian, untuk segera memeriksa dugaan penyimpangan proyek dan pengelolaan anggaran di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan.

Desakan ini muncul setelah berbagai temuan dan sorotan publik terkait utang proyek, indikasi kelebihan pembayaran, kekurangan volume pekerjaan, hingga dugaan penggunaan material ilegal dalam sejumlah proyek BPBD Halsel terus bermunculan ke ruang publik. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahkan mencatat indikasi kelebihan pembayaran proyek BPBD Halsel mencapai sekitar Rp1,02 miliar.

Ketua Bidang DPP IMM, Usman Mansur, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh lagi dianggap sekadar kesalahan administrasi biasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“APH harus segera turun dan memeriksa seluruh pihak yang terlibat. Jangan biarkan dugaan kejahatan anggaran tumbuh di atas penderitaan rakyat. Ini uang negara, bukan milik pribadi yang bisa dipermainkan sesuka hati,” tegas Usman Mansur.

DPP IMM menilai, banyaknya temuan dan persoalan yang terus muncul menunjukkan adanya dugaan lemahnya pengawasan hingga potensi praktik yang merugikan keuangan daerah. Sejumlah laporan media juga menyoroti proyek BPBD Halsel yang diduga menggunakan material dari galian C ilegal serta tidak dilengkapi papan proyek sebagai bentuk transparansi publik.

“Kalau proyek pemerintah sampai diduga memakai material ilegal dan ditemukan indikasi kelebihan bayar miliaran rupiah, lalu pemerintah memilih diam, maka publik berhak curiga ada sesuatu yang sedang disembunyikan. Ini tidak boleh dibiarkan.”

Menurut Usman Mansur, APH tidak boleh menunggu tekanan publik semakin besar baru bergerak melakukan pemeriksaan.

“Jangan tunggu rakyat kehilangan kepercayaan total terhadap hukum. Kejaksaan dan Kepolisian harus segera memanggil, memeriksa, dan mengusut seluruh pihak terkait. Siapa pun yang terlibat wajib bertanggung jawab di depan hukum.”

DPP IMM juga menyoroti adanya persoalan utang proyek BPBD Halsel yang sebelumnya menjadi sorotan publik akibat dugaan ketidakjelasan pembayaran dan selisih angka dalam laporan keuangan daerah. IMM menilai kondisi tersebut semakin memperkuat alasan bagi APH untuk melakukan pendalaman secara menyeluruh.

“Jangan sampai APBD berubah menjadi ruang gelap yang sulit diawasi rakyat. Ketika banyak persoalan muncul secara bersamaan, maka negara wajib hadir untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan keuangan daerah.”

DPP IMM memperingatkan bahwa apabila aparat penegak hukum tetap lamban dan terkesan membiarkan persoalan ini, maka publik akan menilai ada pembiaran terhadap dugaan penyimpangan anggaran.

“Ini bukan sekadar soal administrasi proyek. Ini menyangkut integritas pemerintah dan wibawa hukum. Jika dugaan-dugaan ini terus dibiarkan tanpa proses hukum yang jelas, maka publik akan melihat bahwa hukum sedang kehilangan keberaniannya di hadapan kekuasaan.”

Sebagai penutup, DPP IMM memastikan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah hukum yang nyata dari aparat penegak hukum.

“Kami mendesak APH segera bertindak. Jangan biarkan dugaan penyimpangan anggaran menjadi kejahatan yang dianggap biasa. Sebab setiap rupiah uang rakyat yang hilang akibat permainan proyek adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan masyarakat,”Pungkas, Usman Mansur.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Usman Mansur Tagih Janji Kejati Malut, Jangan Main-Main dengan Skandal Tunjangan DPRD: Kuntu Daud Harus Bertanggung Jawab!
Formapas Malut: Desak Cabut IUP PT Priven Lestari, Jangan Korbankan Gunung Wato-Wato Demi Keserakahan Tambang!
PP Formapas: Menteri PU Harus Taat Hukum, Copot Kepala BPJN Malut yang Diduga Terseret Pusaran Korupsi dan Polemik MBG
DPP IMM Soroti Utang Proyek BPBD Halsel, Usman Mansur: Jangan Jadikan APBD sebagai Kuburan Transparansi
Usman Mansur: Jangan Jadikan Buruh Tumbal Keuntungan Perusahaan, Dugaan Kezaliman di PT Sampoerna Kayoe Harus Diusut!
Skandal Tambang Haltim Meledak! DPP IMM Minta Aparat Usut Dugaan Izin Bermasalah PT Sumberdaya Arindo
Kejati Malut Dinilai Takut Periksa Bupati Sula dalam Kasus BTT
Pihak PT TID Sebut: Vendor Katering Harus bertanggung jawab Atas Keracunan Karyawan

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 14:56

Hujan Deras Guyur Kota Weda, Tiga Desa Terendam Banjir: Warga Soroti Kinerja Pemda

Senin, 1 Juni 2026 - 03:36

Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:27

Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:50

Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:26

Retak di Lingkar Kekuasaan, Nazlah Mulai Dibaca Jadi Penantang Sherly 2030

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:19

Di Tengah Gema Takbir Idul Adha, Star Cave Karaoke Weda Tetap Beroperasi: Warga Sesalkan Lemahnya Pengawasan Aparat

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:23

Diduga Abaikan Kewajiban, Temuan BPK Ungkap Kebocoran Pajak Hotel di Wilayah PT IWIP

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:39

“H-1 Lebaran Polsek Gane Barat Tancap Gass Dan Berhasil Musnahkan Lokasi Penyulingan Miras Ilegal!

Berita Terbaru