PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

- Penulis Berita

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: istimewa

Foto: istimewa

HALSEL,Coretansatu.com– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Halmahera Selatan mendesak Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 867/Satria Manggasa, Letkol Inf. Aditya, untuk segera mengusut tuntas dugaan penganiayaan terhadap wartawan sekaligus pengurus PWI Halmahera Selatan, Samuel Ahasweros. PWI menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti, oknum anggota TNI yang diduga melakukan penamparan harus diproses sesuai hukum dan aturan disiplin militer.

Insiden tersebut diduga terjadi saat Samuel menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia antara Prancis melawan Spanyol di Halmahera Selatan, Rabu (15/7/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tengah menonton pertandingan bersama masyarakat dan memberikan dukungan kepada salah satu tim ketika seorang pria yang diduga anggota Yonif TP 867/Satria Manggasa datang dari arah belakang dan diduga langsung menampar korban tanpa didahului perselisihan.

Ketua PWI Halmahera Selatan, Samsudin Chalil, menyebut dugaan kekerasan terhadap wartawan merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa. Menurutnya, apabila pelaku merupakan prajurit aktif, maka tindakan tersebut bertentangan dengan tugas TNI sebagai pelindung masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Prajurit TNI adalah pelindung masyarakat, bukan pelaku kekerasan terhadap warga. Apalagi jika korbannya seorang wartawan yang sedang berada di ruang publik dan tidak melakukan tindakan yang memicu kekerasan. Jika dugaan ini terbukti, proses hukum harus ditegakkan secara tegas tanpa ada perlindungan terhadap pelaku,” tegas Samsudin.

PWI Halsel meminta Danyonif TP 867/Satria Manggasa segera melakukan pemeriksaan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Menurut organisasi wartawan tersebut, apabila ditemukan pelanggaran pidana maupun disiplin militer, penanganannya harus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, PWI juga menyoroti informasi yang beredar mengenai dugaan oknum tersebut masih mengenakan seragam dinas ketika diduga mengonsumsi minuman keras sebelum insiden terjadi. Samsudin menegaskan, apabila informasi itu terbukti benar, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut dugaan penganiayaan terhadap wartawan, tetapi juga disiplin prajurit dan nama baik institusi TNI.

“Jika benar ada anggota yang masih memakai seragam dinas lalu diduga mengonsumsi minuman keras sebelum terjadi insiden, tentu ini menjadi persoalan yang lebih serius. Karena itu, seluruh fakta harus dibuka secara terang-benderang agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

PWI Halmahera Selatan menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap wartawan tidak dapat dibenarkan. Organisasi tersebut mengingatkan bahwa kebebasan pers dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sehingga setiap dugaan kekerasan terhadap jurnalis harus diproses secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kasus-kasus sebelumnya juga menunjukkan bahwa kekerasan terhadap jurnalis menjadi perhatian organisasi pers dan lembaga perlindungan kebebasan pers.

PWI juga meminta hasil pemeriksaan nantinya disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas institusi.

“Kami tidak ingin kasus ini menguap tanpa kejelasan. Siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum. Penegakan hukum yang adil justru akan menjaga kehormatan institusi TNI, melindungi kebebasan pers, dan memastikan tidak ada lagi tindakan serupa di kemudian hari,” pungkas Samsudin.

 

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Polres Halsel Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Wujudkan Polri Presisi
Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Anggota DPRD Haltim Latif Mole Bakal Dilaporkan ke DPP Gerindra
Jatah Minyak Tanah Yaba Diduga “Bocor”: Warga Tak Punya Kupon Dipersulit, Harga Disebut Tembus Rp8 Ribu
Dermaga Taman Kota Daruba Hancur dan Makan Korban, Pemda Morotai Jangan Tunggu Nyawa Melayang
Muhammad Abusama Tunjukkan Pramuka Sejati di Tengah Perjalanan
Dituding Makan Gaji Buta, Pelindo Ternate Rajin Tarik E-Pass Tapi Biarkan Dermaga Dangkal
Ngopi Bareng di Pantai Mongga, Kapolres Halsel Gandeng Komunitas Ojek Pejok Perkuat Sinergi Kamtibmas
Jatah Warga Desa Yaba Raib, Minyak Tanah Subsidi di Halsel Diduga Dijual ke Luar Daerah

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:40

IMM Desak Polda Malut Segera Tersangkakan Pengusaha BT Kasus Rentenir Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:35

Kecam Kadisparbud, PWI Halsel: Jangan Jadi ‘Humas’ Kusu Island Resort dan Abaikan Kebebasan Pers!

Selasa, 21 April 2026 - 09:30

BWS Malut Dinilai Tak Bertaring Evaluasi PPK, FORMAPAS Bakal Laporkan Proyek Rp. 42 Miliar ke KPK 

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:21

Izin Bermasalah, Aktivitas Tambang Emas Hasan Hanafi di Pulau Obi Picu Kerusakan Lingkungan

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:52

Fee Misterius PT. Intimkara Menguap, Warga Desa Hapo Murka!

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:27

Teror Berulang Di Babang: Remaja 16 Tahun Diduga Kembali Diculik Kerabat Terlapor Kasus Pengeroyokan

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:18

Fakta Hukum Diabaikan, API Dinilai Jadi Humas Korporasi Tambang Ilegal di Halmahera Timur

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:49

Keberanian Di Tengah Ketidakadilan: Sumiati Majid Serukan Penuntasan Kasus Halsel Express 01

Berita Terbaru