HALSEL,Coretansatu.com – Proyek pembangunan talud pantai tanggap darurat milik BPBD Kabupaten Halmahera Selatan di Desa Samat, Kecamatan Gane Barat Utara, kini terancam gagal selesai tepat waktu. Padahal pengerjaan sudah berjalan sejak tahun 2025, namun hingga pertengahan 2026 masih terkendala dan berpotensi molor jauh dari target.
Berdasarkan pantauan di lapangan, dari total panjang rencana 540 meter, masih tersisa sekitar 140 meter yang belum diselesaikan. Sayangnya, aktivitas pembangunan kini kembali terhenti total akibat dua masalah utama: alat berat rusak dan material bangunan kosong.
“Masih ada sekitar 140 meter yang belum selesai. Lubang pondasi talud belum bisa digali karena ekskavator rusak. Belum lagi batu dan pasir sebagai bahan utama belum ada sama sekali di lokasi,” ungkap salah satu pekerja yang meminta namanya dirahasiakan, Selasa (14/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini memaksa puluhan pekerja hanya berdiam diri tanpa ada kepastian kapan pekerjaan bisa dilanjutkan. Waktu terus berjalan, namun hak mereka sebagai tenaga kerja justru belum terpenuhi.
Karena kian berlarut-larut, para pekerja akhirnya mengambil sikap tegas. Mereka menuntut pembayaran upah sesuai volume pekerjaan yang sudah diselesaikan, sekaligus mengancam berhenti total jika tuntutan tidak dipenuhi segera.
“Kami minta upah dibayarkan sesuai apa yang sudah kami kerjakan. Kalau begitu, kami siap berhenti saja dari proyek ini. Sebagian besar pekerjaan sudah kami selesaikan, jadi hak kami harus dihargai dan dipenuhi,” tegasnya.
Hingga berita ini dipublish, pihak kontraktor pelaksana maupun BPBD Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan, pemeliharaan alat, ketersediaan material, maupun tunggakan pembayaran upah pekerja.
Masyarakat Desa Samat pun berharap proyek perlindungan abrasi ini segera dituntaskan, mengingat fungsinya sangat vital untuk melindungi pemukiman warga dari ancaman gelombang laut.
Editor : Admin Coretansatu.com








