SEMMI Desak Kejati Dan Polda Malut Usut Dugaan Korupsi Dana Pajak Penerangan Jalan Kota Ternate

- Penulis Berita

Minggu, 30 November 2025 - 15:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua SEMMI Malut, Sarjan Hi Rifai

Foto: Ketua SEMMI Malut, Sarjan Hi Rifai

TERNATE,Coretansatu.com – Gelapnya sejumlah ruas jalan di Kota Ternate memicu kemarahan warga dan sorotan tajam dari Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (PW SEMMI) Maluku Utara.

Mereka mendesak Kejati Malut dan Polda Malut untuk mengusut tuntas pengelolaan dana Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang diduga tidak transparan dan berpotensi dikorupsi.

Ketua PW SEMMI Malut, Sarjan Hi. Rivai, mempertanyakan ke mana larinya dana PPJ yang dipungut setiap bulan dari 70.827 pelanggan PLN di Kota Ternate. Dengan potensi pemasukan mencapai Rp2,5 miliar per bulan atau Rp28 miliar per tahun, seharusnya Kota Ternate terang benderang. Namun, faktanya, banyak titik jalan dibiarkan tanpa penerangan yang layak, PJU rusak tak kunjung diperbaiki, dan area publik gelap gulita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sarjan menilai bahwa ketidaksesuaian antara penerimaan dan pelaksanaan di lapangan dapat mengarah pada dugaan penyimpangan. Ia mengingatkan bahwa PPJ merupakan pajak daerah yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2022, di mana dana yang dipungut wajib digunakan untuk penyediaan dan pemeliharaan PJU.

Perhatian publik turut mengarah pada Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keterbukaan penggunaan anggaran daerah. SEMMI mendesak Pemkot Ternate untuk menjelaskan secara rinci ke mana dana PPJ itu digunakan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan
Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD
Halsel Darurat PETI: Tambang Ilegal Bebas Beroperasi di Lahan Eks-PT IMM
Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!
Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Kamis, 16 April 2026 - 06:12

Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!

Kamis, 16 April 2026 - 04:16

Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Rabu, 15 April 2026 - 15:02

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

Berita Terbaru

Kondisi Korban Saat Dievakuasi Pihak Kepolisian dan TNI

Maluku Utara

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 Apr 2026 - 08:12