SEMMI Malut Desak Polres Halteng, Ungkap Legalitas Galian C Milik Kades Wairoro Indah 

- Penulis Berita

Sabtu, 29 November 2025 - 09:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua SEMMI Malut, Sarjan Hi Rifai

Foto: Ketua SEMMI Malut, Sarjan Hi Rifai

HALTENG, Coretansatu.com — Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia Maluku Utara (PW SEMMI Malut) mendesak Polres Halmahera Tengah (Halteng) untuk mengungkap secara transparan legalitas aktivitas Galian C di Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan.

Desakan ini mencuat setelah Kepala Desa Wairoro Indah, Nurlela Jamali, diduga kuat ikut terlibat dalam aktivitas pertambangan tanpa izin yang terus berlangsung di wilayah tersebut. Akibat aktivitas yang masif, sebuah bukit yang tak jauh dari permukiman warga dikabarkan nyaris habis diratakan.

Lebih miris lagi, kegiatan tersebut berada dalam wilayah hukum Polsek Weda Selatan, namun hingga kini terkesan tidak ada langkah penindakan tegas dari aparat penegak hukum setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PW SEMMI Malut menegaskan bahwa setiap aktivitas Galian C wajib memiliki legalitas resmi sesuai ketentuan perundang-undangan. Selain agar tidak hanya menguntungkan oknum tertentu, keberadaan izin juga penting untuk memastikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bila terbukti ilegal, maka aktivitas tersebut harus ditindak tegas, termasuk pihak yang memberikan ruang berjalannya kegiatan tambang, tegas SEMMI.

Ketua PW SEMMI Malut, Sarjan Hi. Rivai, mengatakan isu maraknya Galian C di Halteng seharusnya menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Menurutnya, Polsek yang diberi kewenangan menjaga situasi kondusif di tingkat kecamatan semestinya bertindak tegas agar praktik ilegal tidak semakin merajalela.

“Kalau tidak ada penindakan, bukan berarti aparat tidak mengetahui aktivitas ilegal itu berlangsung. Justru yang muncul adalah dugaan kuat adanya praktik ‘main mata’ dengan kontraktor galian,” tegas Sarjan.

Ia juga menyinggung aktivitas Galian C di lokasi lain seperti Gunung Roti di Desa Musyiko, Kecamatan Weda, serta di Desa Sosowomo, Kecamatan Weda Selatan. Aktivitas di Gunung Roti bahkan disebut berada di kawasan hutan lindung, namun tetap berjalan tanpa penindakan.

“Skema para penambang biasanya sama. Kalau ada isu galian mencuat, mereka berhenti sejenak. Begitu isu mereda, mereka kembali beroperasi. Pola ini menguatkan dugaan adanya backing dari oknum tertentu,” tambahnya.

Sarjan menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara telah mengatur jelas bahwa aktivitas galian harus dilengkapi izin resmi. Namun realita berbeda justru terlihat di Desa Wairoro Indah dan beberapa lokasi lain yang kini menjadi sorotan.

Pantauan di lapangan, aktivitas Galian C di Desa Wairoro Indah terlihat terus berjalan. Material tanah dan batu tampak berserakan di badan jalan, sementara pengawasan dari aparat di tingkat Polsek nyaris tidak terlihat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Weda Selatan masih dalam upaya konfirmasi terkait aktivitas Galian C di Desa Wairoro Indah.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan
Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD
Halsel Darurat PETI: Tambang Ilegal Bebas Beroperasi di Lahan Eks-PT IMM
Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!
Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Kamis, 16 April 2026 - 06:12

Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!

Kamis, 16 April 2026 - 04:16

Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Rabu, 15 April 2026 - 15:02

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

Berita Terbaru

Kondisi Korban Saat Dievakuasi Pihak Kepolisian dan TNI

Maluku Utara

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 Apr 2026 - 08:12