Polda Maluku Utara Dikritik: Diduga Bela Korporasi Tambang, Represi Warga Adat Jadi Sorotan” 

- Penulis Berita

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 16:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kantor Polda Maluku Utara

Foto: Kantor Polda Maluku Utara

Maluku Utara,Coretansatu.com — Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara dikepalai oleh Inspektur Jendral Polisi Waris Angono, dikritik oleh Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia Maluku Utara, Sarjan Hi Rivai.

Kritikan ini disampaikan menyusul setelah Aksi protes dilakukan warga Desa Wayamli dan Buli menuai tindakan represif aparat kepolisian di Halmahera Timur. Pada Senin, 28 April 2025.

Menurutnya aparat yang diduga melindungi kepentingan perusahaan, Tindakan represif seperti penembakan dan penggunaan gas air mata terhadap warga yang memprotes secara damai jelas melanggar hak asasi manusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyampaikan kejadian ini menunjukkan bagaimana masyarakat adat sering kali menjadi korban kekerasan dan kriminalisasi dalam konflik lahan dengan korporasi.

Kasus ini menjadi cerminan nyata kegagalan kepolisian dalam mengemban tugas utamanya. Alih-alih mengayomi, aparat justru diduga membela kepentingan korporasi tambang, PT Sambaki Tambang Sentosa.

Akibatnya, warga adat yang memprotes perampasan lahan mereka harus berhadapan dengan gas air mata dan penangkapan dan penyiksaan yang secara fisik.

Ia, menyebutkan, Insiden ini tidak hanya merusak citra Polri, tetapi juga mengikis kepercayaan masyarakat, khususnya masyarakat adat, yang sering kali menjadi korban dalam konflik sumber daya alam.

“Ini menandakan kurangnya akuntabilitas, Banyak kasus kekerasan polisi terhadap warga sipil sering kali tidak diproses secara transparan dan tuntas, sehingga menimbulkan budaya impunitas, ” Imbuhnya, Sabtu, (25/10/25)

Diberitakan sebelumya, tindakan represif aparat kepolisian mewarnai penolakan aktivitas tambang nikel di Halmahera Timur. Pada Senin, 28 April 2025, aparat dari Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara dan Brimob membubarkan paksa aksi blokade yang dilakukan warga Desa Wayamli dan Buli terhadap PT Sambaki Tambang Sentosa (STS).

Dalam insiden tersebut, polisi menembakkan gas air mata dan menahan sejumlah warga.

Organisasi masyarakat sipil seperti Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) dan Amnesti Internasional Indonesia mengecam keras tindakan ini. Mereka menilai ada “kongkalikong” antara PT STS dan kepolisian untuk membungkam aspirasi masyarakat.

JATAM menyebut kriminalisasi ini sebagai cermin kegagalan negara dalam melindungi hak-hak masyarakat adat, sebanyak 14 warga dari empat desa Yawanli, Babasaram, Beringin Lamo, dan Wayamli mendapat panggilan klarifikasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Maluku Utara.

Panggilan ini menyusul laporan dari External Officer PT STS, Kukuh Kurniawan Hermanto, yang mengkriminalisasi warga atas protes mereka terhadap aktivitas perusahaan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan
Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD
Halsel Darurat PETI: Tambang Ilegal Bebas Beroperasi di Lahan Eks-PT IMM
Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!
Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Kamis, 16 April 2026 - 06:12

Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!

Kamis, 16 April 2026 - 04:16

Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Rabu, 15 April 2026 - 15:02

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

Berita Terbaru

Kondisi Korban Saat Dievakuasi Pihak Kepolisian dan TNI

Maluku Utara

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 Apr 2026 - 08:12