SEMMI Malut Ultimatum Komnas HAM & Ombudsman: Seret Oknum Rutan Soasio ke Meja Pengadilan

- Penulis Berita

Senin, 20 Oktober 2025 - 12:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE,Coretansatu.com – Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Maluku Utara meledak marah. Mereka secara resmi mendesak Komnas HAM dan Ombudsman RI turun tangan mengadili oknum petugas Rutan Kelas IIB Soasio, Tidore Kepulauan, yang diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap sebelas warga adat Maba Sangaji pada Senin, 20 Oktober 2025.

Menurut Ketua SEMMI Malut, Sarjan Hi Rivai, insiden pemukulan di dalam rutan terhadap tahanan kasus penolakan tambang nikel PT Position bukan hanya tindakan pelanggaran etik, tetapi sudah masuk kategori kejahatan kemanusiaan. “Mereka bukan binatang yang bisa dipukul sesuka hati. Ini penyiksaan di balik jeruji besi,” tegas Sarjan.

Sarjan juga menyebut, alasan pihak rutan yang mengklaim bahwa kekerasan hanya terjadi karena “kesalahpahaman” adalah narasi pembenaran yang tidak bisa diterima akal sehat. “Jika hanya satu orang yang dipukul, mengapa suasana rutan bisa ricuh dan sebelas orang melapor? Ini jelas tindakan sistematis, bukan insiden tunggal,” kecam mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Organisasi mahasiswa ini menilai, mekanisme pemeriksaan internal yang dijanjikan Kepala Rutan David Lekatompessy hanyalah upaya menutup kasus. SEMMI dengan tegas menolak penyelesaian birokratis yang hanya berujung pada sanksi administratif. “Kami tidak butuh permintaan maaf. Kami menuntut proses hukum pidana bagi semua oknum pelaku.”

SEMMI Malut juga memperingatkan bahwa jika Komnas HAM dan Ombudsman tidak segera bergerak dalam waktu dekat, mereka akan menggelar aksi besar-besaran di depan kantor Kanwil Kemenkumham Maluku Utara dan Kejaksaan Tinggi. “Kami siap kepung lembaga hukum mana pun yang sengaja melindungi pelaku penyiksaan.”

Selain itu, Ketua SEMMI mendesak agar seluruh CCTV di dalam rutan segera diamankan sebagai barang bukti, serta meminta agar korban mendapatkan perawatan medis dan perlindungan hukum. “Jangan tunggu ada korban tewas baru kalian bergerak,” sindir mereka tajam.

Lebih jauh, Sarjan menilai bahwa kasus ini membuka tabir gelap tentang wajah asli lembaga pemasyarakatan di Maluku Utara yang masih sarat kekerasan dan budaya impunitas. “Rutan bukan kandang, petugas bukan algojo. Negara tidak boleh tutup mata.”

Ketua SEMMI juga menyatakan siap mendampingi keluarga korban untuk melaporkan kasus ini ke Mabes Polri serta menyeretnya hingga ke tingkat nasional jika tidak ada tindakan tegas di daerah. “Jika hukum tidak mampu berdiri di pihak yang lemah, maka rakyat akan turun mengambil alih.”

Gelombang kemarahan kini sudah menggelegak. Tinggal menunggu: apakah Komnas HAM dan Ombudsman berani bertindak, atau memilih diam dan menjadi bagian dari kejahatan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan
Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD
Halsel Darurat PETI: Tambang Ilegal Bebas Beroperasi di Lahan Eks-PT IMM
Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!
Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Kamis, 16 April 2026 - 06:12

Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!

Kamis, 16 April 2026 - 04:16

Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Rabu, 15 April 2026 - 15:02

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

Berita Terbaru

Kondisi Korban Saat Dievakuasi Pihak Kepolisian dan TNI

Maluku Utara

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 Apr 2026 - 08:12