TIDORE,Coretansatu.com – Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Maluku Utara Desak Wali Kota Tidore mencopot Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tidore, Abdul Muis Husain, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi anggaran proyek.
Ketua SEMMI Malut, Sarjan Hi Rivai, menyebutkan, tidak ada alasan sedikit pun untuk mempertahankan seorang pejabat yang namanya telah dikaitkan dengan dugaan penyimpangan anggaran miliaran rupiah pada proyek infrastruktur yang melekat di Dinas PUPR Tidore. Bahkan mereka menilai, diamnya pemerintah daerah adalah bentuk pembiaran terhadap kejahatan.
Sarjan juga secara lantang menyatakan bahwa Walikota Tidore Muhammad Sinen, terkesan melindungi para koruptor “Ini bukan sekadar isu. Ada indikasi kuat korupsi di Dinas PUPR Kota Tidore.,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Sarjan, proyek fisik yang dibiayai dari uang rakyat tidak boleh berubah menjadi ladang bancakan pejabat rakus berkedok pembangunan.
Mereka menuding sebagian pekerjaan infrastruktur di Tidore hanya sebatas proyek kertas, laporan tebal, hasil tipis, sementara masyarakat tak merasakan apa pun selain jalan rusak dan fasilitas umum terbengkalai.
Desakan pencopotan ini sengaja diarahkan Wali Kota Tidore, Ketua SEMMI Malut menilai hal ini terkesan lamban dan ragu mengambil keputusan. Bahkan mereka curiga ada keterkaitan kepentingan politik yang membuat kasus ini seolah dipetieskan.
“Jika tindakan administratif saja tidak bisa dilakukan, bagaimana mungkin kita berharap proses hukum berjalan? Ini persoalan moral, bukan hanya hukum. Pejabat yang diduga korupsi harus disingkirkan dulu sebelum bicara pembenahan,” lanjut Sarjan.
Ketua SEMMI,juga menegaskan mereka tidak akan mundur sedikit pun. Mereka siap mengerahkan aksi besar-besaran di Jakarta maupun Maluku Utara untuk memastikan tuntutan ini tidak hanya menjadi headline sesaat, tetapi benar-benar menghasilkan tindakan nyata dari pemerintah.
Kini bola panas berada di tangan walikota tidore. Apakah ia akan memilih berpihak pada rakyat atau melindungi pejabat yang diduga merampok uang rakyat?
SEMMI Malut sudah memberi sinyal jelas: jika keadilan tak ditegakkan, maka jalanan akan bersuara lebih keras daripada pidato pejabat,” Pungkasnya.
Editor : Admin Coretansatu.com









