Pengamat Politik Asal Jawa Barat Gandeng SEMMI Malut, Desak KPK Bongkar Kasus Suap Shanty Alda Nathalia 

- Penulis Berita

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 10:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,Coretansatu.com – Seorang pengamat politik asal Jawa Barat, Surolos, menyatakan sikap tegas dengan menggandeng Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Maluku Utara untuk mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera membuka pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus suap Rp250 juta oleh Shanty Alda kepada mendiang Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK). Menurutnya, kasus ini tidak boleh dibiarkan menguap hanya karena tokoh penerima suap telah meninggal dunia.

Surolos menegaskan bahwa amar putusan Mahkamah Agung sudah cukup menjadi dasar hukum untuk melakukan penyidikan baru terhadap Shanty Alda dan siapa pun yang turut menikmati aliran dana tersebut. Ia menyoroti halaman 178 poin 6 dalam putusan perkara AGK yang secara terang menyebut bahwa Shanty Alda menyerahkan uang tunai sebesar Rp250 juta kepada AGK di wilayah Jakarta Selatan pada Desember 2003.

“Pertanyaannya sekarang, kenapa KPK diam? Kenapa hanya penerima yang ditindak, sedangkan pemberi suap dibiarkan melenggang bebas? Apakah hukum di Indonesia hanya berlaku bagi yang lemah?” ujar Surolos dengan nada geram. Ia menyebut sikap KPK yang pasif dalam perkara ini telah melukai rasa keadilan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekanan publik semakin menguat setelah SEMMI Malut menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung KPK, mendesak agar Shanty Alda segera diperiksa sebagai tersangka. Mereka membawa spanduk besar bertuliskan “Tangkap Shanty Alda – Jangan Kubur Kebenaran Bersama AGK!” yang menjadi simbol perlawanan terhadap upaya penghentian perkara secara halus.

Surolos menyambut baik langkah mahasiswa tersebut dan menyatakan siap turun langsung ke Jakarta untuk mengawal proses hukum kasus ini hingga ke akar-akarnya. Ia menduga ada kekuatan besar yang berusaha mengamankan Shanty Alda agar tidak tersentuh hukum, sehingga tekanan dari publik harus dilipatgandakan.

“Kami tidak akan mundur. Kalau ada yang melindungi Shanty Alda, maka yang kami lawan bukan cuma pelaku suap, tapi jaringan mafia hukum di belakangnya. Ini bukan sekadar perkara uang, ini soal martabat bangsa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak membiarkan penegakan hukum berjalan setengah hati. Menurutnya, komitmen pemerintah terhadap pemberantasan korupsi akan dipertanyakan apabila KPK membiarkan kasus ini berhenti hanya di satu pihak. “Kalau betul NKRI ini negara hukum, maka hukum harus bergerak. Jangan tunggu rakyat marah,” katanya.

Lebih jauh, Surolos meminta Kejaksaan Agung untuk berkoordinasi dengan KPK dalam membuka kembali berkas perkara suap ini. Ia menilai, apabila dua lembaga penegak hukum tertinggi di Indonesia ikut terdiam, maka rakyat akan kehilangan kepercayaan pada institusi hukum.

 

Tidak hanya itu, ia mengancam akan mengerahkan konsolidasi lintas daerah mulai dari Jawa Barat, Tegal, Brebes hingga Maluku Utara jika kasus ini tetap didiamkan. Gerakan rakyat, menurutnya, adalah benteng terakhir ketika hukum tak lagi berpihak pada kebenaran.

“Jangan paksa kami turun gelar Aksi di  Jakarta. Tapi kalau KPK tetap membisu, kami akan buktikan bahwa keadilan bisa lahir dari jalanan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas
PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD
Hujan Deras Guyur Kota Weda, Tiga Desa Terendam Banjir: Warga Soroti Kinerja Pemda
Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!
Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng
Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar
Nazlah Gunakan Dana Pribadi untuk Kurban, Sherly Salurkan Sapi lewat APBD
Retak di Lingkar Kekuasaan, Nazlah Mulai Dibaca Jadi Penantang Sherly 2030

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:04

Rp 2,2 Triliun Kerugian Lingkungan Diduga Menganga, DPP IMM: PT. Halmahera Sukses Mineral Jangan Tutup Mata Perusak Ekologi

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:58

Formapas Malut Mendesak ESDM dan APH Usut Aktifitas Pertambangan PT HSM Yang Diduga Ilegal.

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:42

Usman Mansur Tagih Janji Kejati Malut, Jangan Main-Main dengan Skandal Tunjangan DPRD: Kuntu Daud Harus Bertanggung Jawab!

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:02

Formapas Malut: Desak Cabut IUP PT Priven Lestari, Jangan Korbankan Gunung Wato-Wato Demi Keserakahan Tambang!

Selasa, 26 Mei 2026 - 04:51

PP Formapas: Menteri PU Harus Taat Hukum, Copot Kepala BPJN Malut yang Diduga Terseret Pusaran Korupsi dan Polemik MBG

Senin, 25 Mei 2026 - 18:09

DPP IMM Soroti Utang Proyek BPBD Halsel, Usman Mansur: Jangan Jadikan APBD sebagai Kuburan Transparansi

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57

Usman Mansur: Jangan Jadikan Buruh Tumbal Keuntungan Perusahaan, Dugaan Kezaliman di PT Sampoerna Kayoe Harus Diusut!

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:35

Skandal Tambang Haltim Meledak! DPP IMM Minta Aparat Usut Dugaan Izin Bermasalah PT Sumberdaya Arindo

Berita Terbaru