Satpol-PP Halsel Didesak Ungkap Sejumlah LC Di Kafe, Publik Pertanyakan Komitmen Bupati

- Penulis Berita

Rabu, 15 Oktober 2025 - 16:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,Coretansatu.com — Desakan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan kian menguat. Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) diminta untuk secara terbuka mengumumkan jumlah pemandu lagu atau lady companion (LC) yang beroperasi di sejumlah kafe dan tempat hiburan malam di Halmahera Selatan.

Tuntutan ini mencuat seiring maraknya aktivitas kafe remang-remang yang diduga kuat tidak hanya menyediakan fasilitas karaoke, tetapi juga praktik hiburan yang menjurus pada eksploitasi perempuan. Masyarakat menilai, selama ini pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap fenomena tersebut.

Desak itu juga datang dari SEMMI Malut, mereka menilai keberadaan LC di berbagai titik tidak lagi bisa dianggap sebagai isu kecil. Mereka mempertanyakan sejauh mana Satpol-PP menjalankan tugas penegakan Perda ketertiban umum, atau justru membiarkan aktivitas tersebut berlangsung demi kepentingan tertentu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika pemerintah memang serius menjaga moral dan ketertiban masyarakat, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah transparansi. Jangan pura-pura tidak tahu soal jumlah LC di Halsel,” tegas Sarjan Ketua SEMMI Malut.

Menurutnya, keterbukaan data bukan hanya untuk konsumsi media semata, tetapi menjadi pijakan penting bagi langkah pengawasan dan penindakan. Tanpa kejelasan angka, pemerintah dianggap gagal membaca persoalan sosial yang sedang tumbuh di tengah masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga mendesak agar Satpol-PP tidak hanya melakukan razia seremonial yang berakhir tanpa tindak lanjut. Mereka menuntut adanya laporan resmi ke publik mengenai hasil penertiban yang dilakukan, termasuk status legalitas kafe-kafe yang mempekerjakan LC.

Fenomena ini bahkan disebut berpotensi berdampak pada generasi muda jika tidak diawasi secara ketat. Sejumlah lokasi diduga beroperasi dekat dengan pemukiman warga dan akses jalan umum yang kerap dilalui pelajar.

Desakan ini diakhiri dengan peringatan keras: bila pemerintah tak segera merespons, maka masyarakat bersama elemen pemuda siap turun langsung melakukan investigasi mandiri dan menyampaikan temuannya ke publik secara terbuka.

Kini sorotan tertuju kepada Bupati Halsel, apakah memilih bersikap tegas menertibkan, atau diam dan dianggap melindungi

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan
Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD
Halsel Darurat PETI: Tambang Ilegal Bebas Beroperasi di Lahan Eks-PT IMM
Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!
Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Kamis, 16 April 2026 - 06:12

Diduga Tilap Dana Desa Rp888 Juta, Warga Sigela Yeef Kompak Tuntut Kades Dicopot!

Kamis, 16 April 2026 - 04:16

Skandal Dana Desa Hager Mencuat: Aset Mewah Muncul Mendadak, Warga Desak Audit Total 

Rabu, 15 April 2026 - 15:02

GPM Desak KPK Usut Dugaan Monopoli Proyek dan Lonjakan Kekayaan Gubernur Malut

Berita Terbaru

Kondisi Korban Saat Dievakuasi Pihak Kepolisian dan TNI

Maluku Utara

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 Apr 2026 - 08:12