HALSEL,Coretansatu.com — Desakan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan kian menguat. Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) diminta untuk secara terbuka mengumumkan jumlah pemandu lagu atau lady companion (LC) yang beroperasi di sejumlah kafe dan tempat hiburan malam di Halmahera Selatan.
Tuntutan ini mencuat seiring maraknya aktivitas kafe remang-remang yang diduga kuat tidak hanya menyediakan fasilitas karaoke, tetapi juga praktik hiburan yang menjurus pada eksploitasi perempuan. Masyarakat menilai, selama ini pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap fenomena tersebut.
Desak itu juga datang dari SEMMI Malut, mereka menilai keberadaan LC di berbagai titik tidak lagi bisa dianggap sebagai isu kecil. Mereka mempertanyakan sejauh mana Satpol-PP menjalankan tugas penegakan Perda ketertiban umum, atau justru membiarkan aktivitas tersebut berlangsung demi kepentingan tertentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika pemerintah memang serius menjaga moral dan ketertiban masyarakat, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah transparansi. Jangan pura-pura tidak tahu soal jumlah LC di Halsel,” tegas Sarjan Ketua SEMMI Malut.
Menurutnya, keterbukaan data bukan hanya untuk konsumsi media semata, tetapi menjadi pijakan penting bagi langkah pengawasan dan penindakan. Tanpa kejelasan angka, pemerintah dianggap gagal membaca persoalan sosial yang sedang tumbuh di tengah masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga mendesak agar Satpol-PP tidak hanya melakukan razia seremonial yang berakhir tanpa tindak lanjut. Mereka menuntut adanya laporan resmi ke publik mengenai hasil penertiban yang dilakukan, termasuk status legalitas kafe-kafe yang mempekerjakan LC.
Fenomena ini bahkan disebut berpotensi berdampak pada generasi muda jika tidak diawasi secara ketat. Sejumlah lokasi diduga beroperasi dekat dengan pemukiman warga dan akses jalan umum yang kerap dilalui pelajar.
Desakan ini diakhiri dengan peringatan keras: bila pemerintah tak segera merespons, maka masyarakat bersama elemen pemuda siap turun langsung melakukan investigasi mandiri dan menyampaikan temuannya ke publik secara terbuka.
Kini sorotan tertuju kepada Bupati Halsel, apakah memilih bersikap tegas menertibkan, atau diam dan dianggap melindungi
Editor : Admin Coretansatu.com









