Ketua DPRK Aceh Singkil Kawal Kasus Kapal Pukat Harimau hingga Tuntas

- Penulis Berita

Jumat, 17 Oktober 2025 - 14:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SINGKIL,Coretansatu.com– Amarah nelayan Aceh Singkil kembali membara. Setelah beberapa bulan tenang, kapal pukat harimau — momok perusak laut dan penjerat rezeki nelayan kecil — kembali tertangkap basah beroperasi di perairan Anak Laut, Singkil Utara.

Praktik ilegal itu bukan sekadar pelanggaran, tapi kejahatan terhadap ekosistem laut dan masa depan ribuan keluarga nelayan tradisional yang menggantungkan hidup dari jaring sederhana mereka.

Mengetahui kabar penangkapan kapal tersebut, Ketua Komisi II DPRK Aceh Singkil, Juliadi Bancin, langsung turun ke lokasi. Ia menyaksikan sendiri dampak merusak dari alat tangkap yang digunakan kapal itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jaring mereka terlalu rapat, hanya satu inci. Ikan kecil pun habis disapu, termasuk ikan badar,” tegas Juliadi, Senin (13/10/2025).

Ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa kompromi.

“Kami minta proses hukumnya diawasi ketat agar pelaku tidak lepas tanpa hukuman,” ujarnya.

DPRK, Panglima Laut, dan para nelayan sepakat mengawal kasus ini hingga ke persidangan. Mereka menuntut hukuman maksimal serta penyitaan kapal sebagai barang bukti negara, bukan dikembalikan ke pemilik.

Sementara itu, Panglima Laut Gosong Telaga Selatan, Maswardin Daeli, turut bersuara keras. Ia mengapresiasi langkah cepat Polres Aceh Singkil dan Satpol Airud yang berhasil mengamankan kapal pelaku.

“Kami berterima kasih kepada Pak Kapolres dan tim atas kerja kerasnya. Tapi kapal itu jangan dilepaskan, sita saja untuk negara. Kasihan nelayan kecil yang sudah susah,” ujarnya.

Menurut Maswardin, sejak kapal pukat harimau beroperasi, hasil tangkapan nelayan tradisional anjlok drastis. Banyak jaring rusak, bahkan hilang terseret kapal besar.

“Banyak nelayan yang berhenti melaut karena kecewa,” ujarnya dengan nada getir.

Warga pesisir kini menuntut pemerintah memperketat patroli laut dan menegakkan hukum seadil-adilnya. Tanpa pengawasan dan hukuman tegas, mereka yakin pelaku akan kembali beraksi dan merusak laut.

“Kalau laut bersih dari pukat harimau, nelayan kecil bisa hidup lagi,” tutup Maswardin.

Sebelumnya, Satpol Airud Polres Aceh Singkil menangkap KM Bintang Jaya asal Sibolga, Sumatera Utara, bersama 12 awak kapal. Dari kapal tersebut, polisi menyita perlengkapan khas pukat harimau seperti tali seling, katrol baja, papan pemberat, dan mesin penarik jaring bawah laut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : M Nur

Berita Terkait

Praktisi Hukum Desak Polres Halsel, Periksa Direktur PT Buli Bangun Terkait Galian C Ilegal di Proyek Jalan Nasional!
Jelang Musda, Nama Sefnat Tagaku Muncul sebagai Calon Ketua KNPI Halsel
Jaga Ruang Hidup Warga!” SEMMI Malut Desak Pencabutan IUP PT MAI di Sagea!
Menimbang Sifat Melawan Hukum Dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2023
Tanggung Jawab Perdata dalam Relokasi Warga Akibat Ekspansi Tambang
Industri Kayu Lausu Diduga Kuat Terima Kayu Ilegal: SEMMI Ultimatum GAKUM KLHK dan Polda Malut!
Pesan Singkat Kadis DPMD Halsel Diduga Ajarkan Kepala Desa “Bermain Anggaran”, Publik Geram!
Remaja 16 Tahun Disiksa Brutal di Babang, Polisi Didesak Tangkap Pelaku Tanpa Ampun!

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 13:29

GMNI Desak Kapolda Malut: Hentikan Seremonial, Berantas PETI Halsel

Senin, 29 Juni 2026 - 11:06

Praktisi Hukum Ingatkan Pemkot Tidore: Hibah Rp4,8 Miliar ke Kejari Bisa Jadi Temuan BPK

Senin, 29 Juni 2026 - 09:36

KONI Maluku Utara Bantah Dugaan Mark-Up Anggaran Porprov V, Sebut Tudingan GIPERS Tidak Berdasar

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:44

Dinas Perkim dan Kejari Tidore Diduga Bersekongkol: Tega Kuras Anggaran Rakyat Rp4,8 M di Tengah Defisit

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:30

Eks Anggota DPRD Halsel Diduga Jadi Mafia Minyak Tanah, Jual BBM Subsidi Rp10 Ribu Per Liter

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:27

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:28

Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Berita Terbaru