HALTENG, Coretansatu.com — Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan buruh PT Tempopres International Delivery (TID) dan PT Tempopres Mining Indonesia (TMI) di Weda Utara terus berkembang. Di tengah penanganan medis terhadap para pekerja, identitas vendor katering penyedia konsumsi mulai mengarah pada satu nama yang kini sedang ditelusuri lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini vendor katering yang diduga memasok makanan bagi para pekerja disebut-sebut dimiliki oleh seseorang yang juga memiliki usaha Cafe & Resto di kota Weda.
Meski begitu, informasi tersebut hingga kini masih dalam tahap penelusuran dan verifikasi. Media ini masih berupaya memastikan apakah sosok yang disebut-sebut tersebut benar merupakan pemilik vendor katering yang digunakan oleh PT TID dan PT TMI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menelusuri identitas pemilik vendor, media ini juga sedang mengumpulkan informasi terkait legalitas usaha, pola distribusi makanan, hingga standar pengolahan konsumsi yang diberikan kepada para pekerja di kawasan tambang Weda Utara.
Kasus ini sendiri menjadi perhatian serius setelah jumlah pekerja yang mengalami gejala diduga keracunan mencapai puluhan orang. Sebagian sempat dinyatakan pulih, namun beberapa pekerja kembali mengalami diare dan harus mendapatkan penanganan medis lanjutan di Puskesmas.
Komisi I DPRD Halmahera Tengah sebelumnya juga telah mendatangi pihak PT Tempopres untuk meminta penjelasan terkait penyebab kejadian yang disebut bukan pertama kali terjadi.
“Perlu dijelaskan secara detail apa penyebab keracunan ini, apalagi ini sudah terjadi untuk kedua kalinya. Kami juga meminta adanya langkah konkret dari pihak perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Halmahera Tengah, Asrul Alting, menyampaikan bahwa keselamatan pekerja harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas industri di Halmahera Tengah.
Hingga berita ini dipublish, pihak PT TID dan PT TMI belum memberikan jawaban resmi terkait identitas vendor katering maupun hasil evaluasi internal atas insiden tersebut. Media ini juga masih berupaya memperoleh konfirmasi langsung dari pihak yang diduga sebagai pemilik vendor katering dimaksud.
Editor : Admin Coretansatu.com








