Terkuak! Vendor Katering Penyebab Keracunan 69 Buruh Weda Utara Terhubung dengan Pemilik Cafe Godi & Resto 

- Penulis Berita

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Cafe Gobi dan resto

Foto: Cafe Gobi dan resto

HALTENG,Coretasatu.com– Misteri di balik kasus keracunan makanan massal yang menimpa puluhan pekerja di lingkungan PT Tempopres International Delivery (TID) dan PT Tempopres Mining Indonesia (TMI) akhirnya mulai terungkap ke publik. Kasus yang terjadi pada 3 Mei 2026 lalu ini makin terang, seiring ditemukannya fakta bahwa vendor katering pemasok makanan tersebut dikelola oleh pasangan suami istri yang ternyata juga memiliki usaha kuliner terkenal di wilayah Weda: Cafe Gobi dan Resto.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, pengadaan konsumsi makanan bagi ribuan karyawan di kedua perusahaan tersebut dikerjasamakan melalui pihak ketiga, yakni PT Danis Indo Service. Di sinilah letak perhatian utama kasus ini, karena di balik perusahaan jasa pengadaan itu, operasional katering sehari-hari dikelola oleh pasangan suami istri berinisial H dan A. Keduanya diketahui bukan nama asing di dunia usaha lokal, karena mereka pula yang merupakan pemilik sekaligus pengelola Cafe Gobi dan Resto, tempat usaha yang cukup dikenal di pusat kecamatan Weda.

Peristiwa naas itu bermula pada 3 Mei 2026. Seusai mengonsumsi makanan yang disediakan oleh vendor tersebut, puluhan karyawan secara serentak mengalami gejala sakit yang sama persis: mulai dari mual hebat, muntah-muntah, diare cair, demam tinggi, pusing berputar, hingga kram perut yang menyiksa. Akibatnya, tercatat sedikitnya 69 orang pekerja harus dilarikan dan mendapatkan penanganan medis intensif, baik di Puskesmas Sagea maupun di fasilitas kesehatan internal perusahaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini langsung menjadi sorotan tajam, tak hanya karena jumlah korban yang banyak, tapi juga karena ini bukan pertama kalinya insiden serupa terjadi di lokasi yang sama. Menanggapi hal itu, Komisi I DPRD Halmahera Tengah segera turun ke lapangan melakukan peninjauan dan meminta penjelasan manajemen perusahaan. Namun sayangnya, hingga kini hasil peninjauan maupun temuan legislator tersebut belum dipublikasikan secara transparan kepada masyarakat luas, sehingga rasa penasaran dan kekhawatiran publik belum sepenuhnya terjawab.

Di sisi hukum, penyelidikan terus digencarkan oleh pihak kepolisian. Polres Halmahera Tengah telah memanggil dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk para karyawan yang menjadi korban keracunan, guna mengumpulkan bukti awal. Meski demikian, penentuan status hukum maupun kesalahan pihak terkait masih belum bisa dipastikan, karena satu kunci utama belum keluar: hasil uji laboratorium resmi dari BPOM.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan aktif. Kami masih mendalami setiap keterangan dan data yang ada, sambil menunggu hasil lengkap uji sampel dari BPOM untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut,” tegas Kasi Humas Polres Halteng, Ipda Amir Mahmud, saat dikonfirmasi awak media.

Hingga berita ini dipublish, pihak manajemen PT Danis Indo Service selaku perusahaan penyalur, maupun pasangan H dan A selaku pengelola katering sekaligus pemilik Cafe Godi dan Resto, masih belum bisa ditemui atau memberikan tanggapan resmi terkait tudingan dan keterlibatan mereka dalam kasus yang merugikan banyak pihak ini. Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi untuk mendapatkan keterangan penyeimbang dari pihak vendor.

Kini publik menunggu dua hal penting: kejelasan hasil penyelidikan kepolisian dan BPOM, serta tindakan tegas pemerintah daerah terhadap sebuah usaha yang ternyata mengelola tempat makan umum sekaligus menjadi pemasok makanan massal bagi ribuan pekerja, namun dinilai gagal menjamin standar keamanan pangan. Apakah izin usaha mereka akan dicabut? Atau ada sanksi lain yang menanti? Semua mata kini tertuju pada hasil akhir yang akan segera diumumkan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terbaru