Senator Hasby Yusuf Desak Prabowo Cabut Status PSN PT IWIP Setelah Penyelundupan Mineral Ilegal Terbongkar

- Penulis Berita

Senin, 8 Desember 2025 - 09:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Hasby Yusuf,

Foto: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Hasby Yusuf,

JAKARTA,Coretansatu.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Hasby Yusuf, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi bahkan mencabut status Proyek Strategis Nasional (PSN) bagi PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah (Halteng). Desakan ini muncul setelah Satgas Terpadu menangkap warga negara asing asal China yang diduga hendak menyelundupkan bahan mineral ilegal melalui Bandara Khusus Weda Bay, Senin (5/12/2025).

“Presiden harus mencabut status PSN PT IWIP dan membuka akses bagi Pemprov dan Pemda Halteng untuk mengelola langsung Bandara dan Pelabuhan IWIP,” pungkas Hasby pada Senin (8/12).

Menurutnya, bandara khusus milik IWIP telah dikelola sepenuhnya oleh perusahaan sejak 2019 tanpa pengawasan negara. Pengawasan baru dilakukan sejak 29 November lalu ketika Satgas Terpadu ditempatkan di sana. “Ini berarti penyelundupan bisa saja sudah terjadi berulang kali sebelum pengawasan diberlakukan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasby menilai sikap pemerintah pusat selama ini terlalu diam, padahal praktik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi negara dan daerah. “Perlu audit menyeluruh terhadap penggunaan fasilitas khusus. Perusahaan tidak boleh berlindung di balik status PSN untuk membawa keluar kekayaan alam kita,” tegasnya.

Sebagai Sekretaris Majelis Wilayah KAHMI Malut, ia menyatakan status bandara dan pelabuhan khusus di kawasan pertambangan membuka celah penyelundupan yang merugikan. “Status ini harus dicabut segera karena bisa saja penyelundupan lebih besar terjadi. Pemda dan Pemprov tidak punya akses terhadap ekspor-impor sehingga hak daerah bisa diselewengkan,” ungkapnya.

Kasus penyelundupan serbuk nikel yang baru terungkap, lanjut Hasby, harus menjadi perhatian Presiden untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam (SDA) tidak semata menguntungkan pihak asing. “Maka kami minta ketegasan Presiden untuk memastikan kekayaan alam Malut tidak dikelola seenaknya. Harusnya daerah mendapatkan manfaat, bukan sebaliknya,” terangnya.

Ia menegaskan, PT IWIP selama ini berlindung di bawah payung PSN, sehingga mendorong evaluasi total terhadap seluruh proyek strategis di Malut maupun kawasan industri mineral lainnya. “Semua PSN di Malut harus dievaluasi total. Kita dirugikan dari berbagai aspek,” tandasnya.

DPD RI, lanjut Hasby, akan mengawal kasus IWIP maupun IMIP di Morowali dan mendesak pencabutan status khusus bandara maupun pelabuhan yang dikelola perusahaan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

FORMAPAS Maluku Utara Tagih Janji Pemda Halmahera Selatan, Desak Legalkan Tambang Rakyat Kusubibi
Formapas Malut Desak Kejati Seret Abdulkadir Nur Ali, Yang Diduga Aktor Intelektual Korupsi ISDA Taliabu
DPP IMM: HSM Jangan Pura-Pura “Pongo dan Pilo”, Denda Saja Tidak Cukup, Cabut IUP Sekarang!
Tolak Denda Rp2,27 Triliun, DPP IMM Desak DPR Cabut IUP PT Halmahera Sukses Mineral
Rp 2,2 Triliun Kerugian Lingkungan Diduga Menganga, DPP IMM: PT. Halmahera Sukses Mineral Jangan Tutup Mata Perusak Ekologi
Formapas Malut Mendesak ESDM dan APH Usut Aktifitas Pertambangan PT HSM Yang Diduga Ilegal.
DPP IMM Mendesak APH Segera Periksa Dugaan Penyimpangan di BPBD Halsel: “Jangan Biarkan Kejahatan Anggaran Tumbuh di Atas Penderitaan Rakyat
Usman Mansur Tagih Janji Kejati Malut, Jangan Main-Main dengan Skandal Tunjangan DPRD: Kuntu Daud Harus Bertanggung Jawab!

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:19

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:01

Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:53

Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Berita Terbaru