HALSEL,Coretansatu.Com – Ulah memalukan Kepala Desa (Kades) Balitata, Haryadi Sangaji, kembali menjadi sorotan tajam publik. Bukannya bekerja untuk kemajuan desa, ia justru sibuk membuat sensasi dengan perilaku menyimpang yang jelas-jelas melanggar instruksi Bupati Halmahera Selatan.
Sebagai mana telah di Instruksi Bupati Bassam Kasuba kepada seluruh kepala desa sebenarnya sangat tegas: bekerja fokus pada pembangunan dan menjaga marwah jabatan, Bukan untuk huru-hara seperti masuk kafe, Konsumsi Miras, serta berhubungan dengan pasangan yang bukan mahramnya (perselingkuhan). Namun, Haryadi Sangaji alias “Anto” malah mempertontonkan perilaku yang memalukan dengan dugaan perselingkuhan dan komunikasi mesum bersama seorang janda.
Sikap ini bukan hanya menodai nama baik Desa Balitata, melainkan juga mencoreng wibawa pemerintah daerah. Bagaimana mungkin seorang pemimpin desa yang seharusnya menjadi teladan, justru menjadi aktor utama dalam drama amoral yang dipertontonkan ke publik?.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorotan tajam juga datang dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Maluku Utara. Organisasi mahasiswa ini menilai tindakan Haryadi Sangaji sudah keterlaluan dan tidak bisa lagi ditoleransi. Mereka mendesak Bupati Halsel agar segera mengambil langkah tegas dengan mencopot jabatan kades tersebut.
“Kami tidak bisa diam melihat ulah oknum kades seperti ini. Perilakunya melanggar instruksi Bupati dan merusak citra pemerintahan desa. Kalau tidak dicopot, sama saja pemerintah membiarkan moral pejabat desa hancur,” tegas Sarjan Ketua SEMMI Malut.
Menurut Sarjan, tindakan tidak bermoral kades Balitata telah menyalahi sumpah jabatan dan bertentangan dengan norma sosial masyarakat. Seorang kepala desa tidak boleh menjadikan jabatannya sebagai tameng untuk melampiaskan hawa nafsu pribadi, apalagi dengan cara-cara yang menjijikkan.
Lebih jauh, SEMMI Malut menilai kasus ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh kepala desa di Halmahera Selatan. Jabatan adalah amanah, bukan alat untuk bermain-main dengan urusan pribadi yang mempermalukan rakyat. Jika satu orang dibiarkan, maka citra semua kepala desa akan ikut terkontaminasi.
Desakan agar Haryadi Sangaji segera dicopot kini semakin menguat. SEMMI Malut menegaskan jika Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba tidak mengambil langkah tegas, maka gelombang aksi akan di lakukan di depan kantor bupati, dengan desakan copot Haryadi dari jabatannya sebagai kades.
Kini, bola panas ada di tangan Bupati Bassam Kasuba. Publik menunggu, apakah Bupati berani mencopot seorang kades yang jelas-jelas melanggar instruksi langsungnya. Jika tidak, maka masyarakat bisa menilai bahwa pemerintah daerah ikut membiarkan penyakit moral tumbuh subur di dalam lingkaran kekuasaan.
Editor : Admin.Coretansatu









