GP Ansor Desak Polda Malut Tetapkan Jervis dan Leny Tersangka Kasus Suap Auditor BPK

- Penulis Berita

Jumat, 19 September 2025 - 09:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE,Coretansatu.Com — Gerakan Pemuda Ansor atau GP Ansor Kabupaten Halmahera Selatan mendesak Kepolisian Daerah Maluku Utara segera menetapkan Jervis Geovanny dan Leny Syahril, sebagai tersangka kasus suap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Penerima suap dan pemberi suap harus sama-sama dapat dijerat sebagai tersangka dalam kasus penyuapan, karena tindakan tersebut merupakan dua sisi dari satu kejahatan yang sama.

Ketentuan ini di atur dalam Undang-Undang (UU) tentang Tindak Pidana Korupsi,” ujar Sekretaris GP Ansor Halsel, Andre Sudin, kepada sejumlah awak media pada, Jum’at (19/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mendorong agar Putusan Pengadilan Negeri (PN) Ternate terkait kasus suap auditor BPK itu diproses secara menyeluruh, transparan, dan profesional.

“Seyogianya Jervis dan Leny patut ditetapkan sebagai tersangka. Polda Malut harus menetapkan kedua oknum ini sebagai tersangka baru, kalau tidak, jangan salahkan publik jika ada penafsiran-penafsiran negatif terhadap penyidikan kasus ini,” katanya.

Untuk diketahui, dalam sidang terungkap di Pengadilan Negeri (PN) Ternate, dua pengusaha besar, Jervis Geovanny dan Leny Syahril, terbukti menyuap mantan auditor Yoga Adikonang.

Dalam amar putusan, Jervis terbukti menyerahkan Rp250 juta agar temuan audit terkait proyek jalan sirtu senilai Rp4 miliar tidak diungkap. Uang tersebut dikemas dalam plastik hitam, diserahkan melalui perantara, lalu masuk ke mobil pribadi Yoga.

Sementara itu, Leny Syahril melalui PT Bangun Utama Mandiri Nusa juga memberikan uang dengan tujuan serupa, yakni menutup mata auditor terhadap proyek bermasalah.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Wahyu MS

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru