DPC GPM Halsel Kritik DPRD Komisi I, Dinilai Pasif Soal Pelantikan Kades yang Diduga Langgar Putusan PTUN

- Penulis Berita

Rabu, 17 September 2025 - 08:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,Coretansatu.Com – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Marhaenisme (DPC GPM) Kabupaten Halmahera Selatan melontarkan kritik terhadap sikap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi I yang dinilai tidak menunjukkan ketegasan dalam menyikapi pelantikan empat Kepala Desa yang diduga melanggar putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon.

Ketua DPC GPM Halsel, Harmain Rusli, mengatakan bahwa publik menunggu langkah konkret dari DPRD Komisi I untuk menegakkan fungsi pengawasan.

“Kami melihat sikap Komisi I terlalu pasif. Persoalan pelantikan Kades yang telah diputuskan melalui jalur hukum bukanlah hal sepele. Rakyat menunggu keberanian wakilnya untuk bersikap tegas terhadap Bupati jika ada dugaan pelanggaran hukum,” ujar Harmain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai alasan menunggu kepulangan Bupati dari Umroh seharusnya tidak menjadi penghambat DPRD untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan eksekutif.

“Jika pelantikan itu terbukti bertentangan dengan putusan hukum, DPRD seharusnya segera memanggil pihak terkait dan menyampaikan sikap resmi. Diam dalam kondisi seperti ini justru mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, DPC GPM mengingatkan DPRD Komisi I untuk bersikap profesional dan independen dalam menjalankan tugasnya sebagai representasi rakyat, bukan menjadi alat legitimasi kebijakan yang berpotensi melanggar hukum.

 

“DPRD adalah harapan rakyat untuk memastikan bahwa jalannya pemerintahan sesuai aturan. Ketika terjadi potensi pelanggaran hukum dalam pelantikan Kades, diamnya DPRD hanya akan memunculkan pertanyaan dan spekulasi di masyarakat,” kata Harmain.

DPC GPM menegaskan akan terus mengawal isu ini dan mendesak DPRD untuk membuka komunikasi publik secara transparan mengenai langkah-langkah yang akan diambil.

“Kami akan terus menyuarakan ini hingga ada kejelasan. Rakyat butuh kepastian hukum, bukan retorika,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin.Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang
Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite
Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi
Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA
Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender
Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut
Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 10:13

Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:45

Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:11

Gelar Penyuluhan di Desa Baru, Polsek Obi Ajak Pelajar SMPN 13 Halsel Perangi Judol dan Napza

Berita Terbaru

Foto: istimewa

Maluku Utara

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:21