HALSEL,Coretansatu.com — Kabar tak sedap kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Seorang oknum guru yang berdomisili di Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, dikabarkan akan diangkat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 252 Desa Luin, meskipun sebelumnya pernah terseret dugaan kasus asusila terhadap murid pondoknya sendiri.
Oknum guru tersebut berinisial AS, yang akrab disapa Ateng. Saat ini, AS diketahui masih aktif mengajar di SDN 252 sekaligus menjadi tenaga pengajar di salah satu pondok di Desa Bisui.
Kasus yang menyeret namanya bukan perkara sepele. AS diduga melakukan percobaan tindakan asusila terhadap seorang murid pondok berinisial EM (13 tahun).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa ini sempat menghebohkan masyarakat setempat dan pernah diberitakan oleh sejumlah media media pada 12 Januari 2026 lalu.
Dalam pemberitaan tersebut diungkapkan, AS diduga mengajak korban bertemu secara diam-diam pada tengah malam sekitar pukul 00.00 WIT di Pelabuhan Bisui. Ajakan itu dilakukan dengan cara tidak wajar.
AS disebut-sebut mengetik sendiri pesan ajakan di ponselnya, kemudian membacakan isi pesan tersebut kepada korban, termasuk waktu dan lokasi pertemuan. Bahkan, korban diduga diiming-imingi uang agar bersedia memenuhi ajakan tersebut.
Ironisnya, kasus sensitif ini tidak berlanjut ke proses hukum, melainkan diselesaikan secara kekeluargaan dalam proses tersebut, disebutkan adanya kompensasi antara pihak keluarga korban dan terduga pelaku. Keluarga korban awalnya meminta ganti rugi sekitar Rp50 juta, namun karena ketidakmampuan, disepakati nilai Rp15 juta.
Meski kasus diselesaikan secara kekeluargaan, dampaknya tetap terasa. Korban memutuskan pindah sekolah akibat trauma atas kejadian yang dialaminya.
Dugaan perbuatan tidak senonoh tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi serius bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan, mengingat menyangkut etika profesi dan keselamatan peserta didik. Namun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik. AS kini dikabarkan akan menduduki jabatan Kepala Sekolah di SDN 252 Desa Luin.
Kabar ini memicu keresahan para orang tua siswa. Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengaku takut dan khawatir jika jabatan kepala sekolah diisi oleh AS.
“Sebaiknya Kepala Dinas Pendidikan mempertimbangkan kembali. Kalau kepala sekolah diisi oleh yang bersangkutan, kami takut kejadian serupa bisa menimpa anak-anak kami,” ujarnya dengan nada cemas.
Hingga berita ini dipublish, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halsel, Siti Khodijah, M.Ag, masih dalam upaya konfirmasi wartawan terkait kebenaran kabar pengangkatan kepala sekolah tersebut.
Editor : Admin Coretansatu.com









