DPC GPM Halsel Sebut: Pernyataan Wakil Bupati, Soal Pelantikan 4 Kepala Desa Diduga Ada Konspirasi Politik 

- Penulis Berita

Senin, 15 September 2025 - 08:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, Coretansatu.com Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Marhaenisme (DPC GPM) Kabupaten Halmahera Selatan memberikan kritik tajam terhadap pemerintah daerah terkait pelantikan empat kepala desa yang tengah menuai polemik. Kecurigaan baru muncul setelah Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muksin, menyatakan tidak mengetahui agenda pelantikan tersebut.

Ketua DPC GPM Halsel, Bung Harmain, menyampaikan bahwa pernyataan Wakil Bupati tersebut menimbulkan dugaan kuat adanya konspirasi politik di internal Pemerintah Daerah Halmahera Selatan.

“Empat desa tersebut ramai diperbincangkan masyarakat. Pelantikannya dilakukan secara resmi sebagai agenda daerah. Namun, masa Wakil Bupati tidak tahu? Hal ini menimbulkan pertanyaan besar. Jangan-jangan ini merupakan konspirasi elit untuk menutupi kesalahan administratif, atau bahkan sebagai pengalihan opini publik,” ujar Bung Harmain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelantikan empat kepala desa pasca putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang diduga bermasalah ini meliputi Desa Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan; Desa Goro-Goro, Kecamatan Bacan Timur; Desa Loleongusu, Kecamatan Mandioli Utara; dan Desa Kuo, Kecamatan Gane Timur. Hingga saat ini, pelantikan tersebut masih menjadi polemik dan menuai protes dari berbagai pihak, karena diduga melanggar putusan PTUN serta prinsip transparansi dalam tata kelola pemerintahan.

Situasi makin diperparah ketika Wakil Bupati Helmi Umar Muksin secara terbuka menyatakan, saat menemui massa aksi pada 8 September lalu, bahwa dirinya tidak mengetahui proses pelantikan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Halsel. “Ini sangat aneh,” tambah Bung Harmain.

Hal ini harus menjadi perhatian DPRD Halsel, karena jika benar terjadi, maka berpotensi melanggar Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB), sebagaimana diatur dalam Pasal 10 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Di dalamnya tercantum beberapa asas penting, yaitu asas keterbukaan, akuntabilitas, kepastian hukum, larangan penyalahgunaan wewenang, dan koordinasi.

AUPB menjadi pedoman bagi pejabat pemerintahan dalam mengambil keputusan dan tindakan administratif. Jika bahkan Wakil Bupati tidak mengetahui agenda pelantikan kepala desa, maka hal ini bukan hanya menunjukkan persoalan etika, tetapi juga legalitas tata kelola pemerintahan yang dapat masuk dalam kategori maladministrasi.

DPC GPM Halsel menegaskan bahwa ketidaktahuan Wakil Bupati atas agenda resmi pemerintahan merupakan pelanggaran serius terhadap AUPB. Pelantikan kepala desa adalah agenda strategis yang semestinya dikoordinasikan secara vertikal dalam internal eksekutif.

“Jika Wakil Bupati tidak mengetahui agenda pelantikan, maka bukan hanya etika yang bermasalah, tetapi juga legalitas tata kelola pemerintahan. Ini bisa masuk kategori maladministrasi,” tegas Harmain.

Oleh karena itu, DPC GPM Halsel meminta DPRD untuk turun tangan dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) serta menggunakan Hak Angket sebagai langkah konstitusional dalam menanggapi dugaan masalah yang terkait pelantikan empat kepala desa tersebut.

“Pembentukan Pansus dan penggunaan Hak Interpelasi atau Hak Angket terhadap Bupati Bassam Kasuba adalah langkah konstitusional DPRD, agar tidak sekadar menjadi penonton,” ungkap Harmain.

Ketua DPC GPM Halsel yang juga Mahasiswa Hukum Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairaat Labuha ini menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu tersebut demi memastikan pemerintahan daerah berjalan berdasarkan prinsip hukum, etika, dan akuntabilitas.

“Jika tata kelola seperti ini terus dipertahankan, maka rakyat hanya akan menjadi korban dari konflik elit. Kami akan terus bersuara hingga publik mendapatkan kejelasan dan keadilan,” pungkas Harmain

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan
Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Kamis, 16 April 2026 - 12:53

Halsel Darurat PETI: Tambang Ilegal Bebas Beroperasi di Lahan Eks-PT IMM

Berita Terbaru

Kondisi Korban Saat Dievakuasi Pihak Kepolisian dan TNI

Maluku Utara

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 Apr 2026 - 08:12