Ketua DPC AKPERSI HALSEL Kecam Keras Oknum Ketua BPD Desa Hidayat Bertopeng Wartawan, Warga Mengaku Diintimidasi

- Penulis Berita

Kamis, 25 Desember 2025 - 12:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Ketua DPC AKPERSI Halmahera Selatan, Alimudin Abdul Fatah

Foto, Ketua DPC AKPERSI Halmahera Selatan, Alimudin Abdul Fatah

HALSEL,Coretansatu.com — Marwah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Halmahera Selatan kembali tercoreng. Kali ini, sorotan tertuju pada oknum Ketua BPD Desa Hidayat, Kecamatan Bacan, bernama Bahri, yang diduga menyalahgunakan jabatannya dengan mengatasnamakan profesi wartawan untuk menekan dan mengintimidasi warga.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Halmahera Selatan, Alimudin Abdul Fatah, dengan tegas mengecam tindakan oknum Ketua BPD tersebut. Menurutnya, perbuatan tersebut tidak hanya mencederai marwah lembaga BPD, tetapi juga merusak citra dan kehormatan profesi jurnalistik.

Alimudin menegaskan bahwa peran Ketua BPD dan wartawan adalah dua hal yang berbeda dan tidak boleh dicampuradukkan. Jika kedua peran itu digunakan secara bersamaan untuk kepentingan tertentu, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serta penyalahgunaan kewenangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini sangat berbahaya. Jabatan Ketua BPD adalah amanah rakyat desa, sementara wartawan terikat kode etik jurnalistik. Jika dua peran ini dicampuradukkan untuk menekan warga, maka itu merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan,” tegas Alimudin.

Dugaan intimidasi tersebut dirasakan langsung oleh seorang warga Desa Hidayat yang mengaku mengalami tekanan psikologis saat didatangi Bahri. Warga tersebut mengaku bingung dan tertekan karena tidak jelas dalam kapasitas apa Bahri datang menemuinya, apakah sebagai Ketua BPD atau sebagai wartawan.

Warga tersebut mengungkapkan bahwa Bahri datang mempertanyakan isu miring yang menyeret namanya, namun tidak menjelaskan secara jelas maksud dan kewenangannya. Situasi itu membuat warga berada dalam posisi terpojok dan merasa tidak aman.

“Saya bingung harus menjawab sebagai apa. Dia bilang Ketua BPD, tapi juga mengaku wartawan. Kalau salah bicara, takutnya langsung diberitakan,” ungkap warga tersebut dengan nada cemas.

Menanggapi pengakuan warga itu, Alimudin menilai tindakan Bahri justru memperkeruh suasana. Menurutnya, persoalan desa seharusnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan melalui mekanisme internal pemerintahan desa, bukan dengan tekanan atau ancaman yang berpotensi menyeret persoalan ke ranah publik tanpa kejelasan fakta dan dasar hukum.

Lebih lanjut, Alimudin menyayangkan sikap oknum Ketua BPD tersebut yang dinilai telah mencederai moral dan independensi profesi jurnalis. Ia menegaskan bahwa wartawan wajib bekerja berdasarkan data, fakta, serta proses investigasi yang berimbang, bukan memanfaatkan jabatan untuk menekan narasumber.

“Jika satu oknum berbuat seperti ini, dampaknya bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap seluruh insan pers. Ini adalah bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalistik,” ujarnya.

Oleh karena itu, Alimudin Abdul Fatah mendesak Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, agar segera mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi dan mencopot oknum Ketua BPD Desa Hidayat demi menjaga marwah BPD, nama baik pemerintah daerah, serta kepercayaan publik terhadap tugas dan tanggung jawab jurnalistik.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru