API Dinilai Tebang Pilih, IACN Bongkar Deretan Pelanggaran PT Position di Halmahera Timur

- Penulis Berita

Senin, 17 November 2025 - 05:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Praktis Hukum Yohanes Masudede

Foto : Praktis Hukum Yohanes Masudede

JAKARTA,Coretansatu.com — Praktisi hukum dari Indonesian Anti Corruption Network (IACN) Yohanes Masudede mempertanyakan sikap Direktur Eksekutif Anatomi Pertambangan Indonesia (API), Riyanda Barmawi, yang menurutnya melakukan praktik tebang pilih dalam menyikapi persoalan pertambangan di Maluku Utara.

Dalam pernyataannya, Yohanes menilai API justru gencar menyoroti perusahaan lain, sementara dugaan pelanggaran besar yang dilakukan PT Position di Halmahera Timur nyaris tak pernah disentuh. “Jangan-jangan karena sumber hidup dan penghidupannya mengalir dari situ, sehingga Riyanda terkesan tutup mata terhadap pelanggaran yang dilakukan PT Position,” ujarnya di Jakarta Pusat, Minggu (15/11/2025) malam.

Menurut Yohanes, PT Position diduga keras melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) dalam area Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Halmahera Timur. Data sejumlah lembaga investigasi memperkuat dugaan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

CERI (Center of Energy and Resources Indonesia) sebelumnya menemukan adanya bukaan lahan ilegal seluas 7,3 hektare di dalam wilayah konsesi milik PT Wana Kencana Mineral (WKM). Aktivitas itu dinilai menabrak UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan serta UU Minerba.

“PT Position diduga masih beroperasi tanpa izin resmi, dan bahkan menyerobot wilayah konsesi milik perusahaan lain. Ini bukan pelanggaran administratif, tapi tindakan yang merusak tata kelola sumber daya alam,” tegas Yohanes.

Ia menambahkan, tumpang tindih izin dan dugaan praktik broker tambang makin memperkeruh situasi. Walhi Maluku Utara bahkan menyebut persoalan ini sebagai “mainan broker” yang dibiarkan tanpa pengawasan negara.

Di luar persoalan izin, sejumlah lembaga lain menemukan dampak lingkungan yang cukup serius. LPP-Tipikor Maluku Utara menuduh PT Position mencemari aliran Sungai Kali Sangaji di Desa Wailukum, Kecamatan Maba, akibat aktivitas tambang yang tidak terkendali.

Yohanes menilai kerusakan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. “Ada persoalan besar terhadap lingkungan dan masyarakat adat termasuk kerugian negara triliunan rupiah, tapi dia tutup mata dan hanya meributkan soal Jetty PT STS. Ini ada apa? Jangan-jangan ada udang di balik rempeyek,” katanya.

Dugaan tindak pidana kehutanan tersebut bahkan melibatkan struktur korporasi besar. PT Position diketahui merupakan anak usaha tidak langsung dari PT Harum Energy melalui PT Tanito Harum Nickel. Nama sejumlah tokoh nasional juga tercatat dalam struktur kepemilikan perusahaan ini.

Yohanes kemudian menantang API untuk bersikap objektif dalam melihat persoalan tambang Maluku Utara. “Jika bicara penegakan hukum, jangan hanya menyasar satu perusahaan. PT Position ini sudah lama menjadi sorotan publik, tapi API seperti tidak melihatnya,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat (14/11/2025), Riyanda Barmawi melalui Anatomi Pertambangan Indonesia (API) menggelar diskusi publik dan menyoroti pelabuhan milik PT STS yang disebut ilegal. Namun, sikap diam terhadap PT Position dianggap tidak wajar.

“Jangan sampai publik melihat ada keberpihakan. Semua pihak yang melanggar aturan harus ditegur. Kerusakan lingkungan tidak boleh dibiarkan,” Pungkas, Yohanes.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Skandal Tambang Haltim Meledak! DPP IMM Minta Aparat Usut Dugaan Izin Bermasalah PT Sumberdaya Arindo
Kejati Malut Dinilai Takut Periksa Bupati Sula dalam Kasus BTT
Pihak PT TID Sebut: Vendor Katering Harus bertanggung jawab Atas Keracunan Karyawan
FORMAPAS Malut Ingatkan Polres Halteng Bertindak Profesional dan Transparan Usut Dugaan Keracunan Massal Karyawan Tambang
Gagal Melindungi Karyawan: AMLT Akan Melaporkan PT TID dan PT BPN Kepada Kementerian ESDM
Formapas Malut Desak Gubernur Copot Kepala BAPPENDA, Dinilai Gagal Tagih Tunggakan Pajak Perusahaan Tambang
DPP IMM Soroti Piutang Miliaran di Dinas PUPR Halsel, Desak Transparansi Proyek Dermaga Semut Tuokona
DPP GMNI Desak Copot dan Evaluasi Wadir Intelkam dan Kapolda Malut, Buntut Pernyataan Bernuansa Intimidasi Organisasi

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:15

Kapolres Halsel Berikan Penghargaan kepada 77 Personel Berprestasi, Bukti Kinerja Nyata Jaga Keamanan Masyarakat

Rabu, 20 Mei 2026 - 03:38

Kesultanan Tidore Bantah Terlibat Konten Rasis Akun D’Facto

Senin, 18 Mei 2026 - 15:29

Antisipasi Kelangkaan, Wabup Halteng Usulkan Tambah 3.000 Ton Kuota BBM Subsidi Per Tahun

Senin, 18 Mei 2026 - 11:25

Arogansi Walikota Tidore: Sebut Warga Provokator hingga Tantang Demonstran Adu Jotos

Senin, 18 Mei 2026 - 10:11

Walikota Tidore Ancam “Sikat” Masyarakat Bobo Pakai Polisi Jika Jalan Terus Diblokir

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:54

GPM Desak KPK dan Kejati Seret Aktor Intelektual Skandal Korupsi RSP Rp43 Miliar yang Menguap

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:26

Usut Keracunan Massal 69 Pekerja PT TID dan TMI, PW SEMMI Malut Warning Kapolres Halteng: Jangan Main Mata

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:51

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Gane Timur Panen Raya Jagung Bersama Masyarakat Desa Waimili

Berita Terbaru