TIDORE,Coretansatu.com — Sikap tidak terpuji diperlihatkan oleh Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, saat menghadapi aksi demonstrasi Pemuda Bobo pada Senin (18/5/2026). Alih-alih bertindak sebagai mediator yang bijaksana, Sinen justru mempertontonkan arogansi dengan menantang massa aksi berkelahi di tengah jalan.
Insiden memalukan ini bermula ketika Pemuda Bobo menggelar protes Jilid II terkait dugaan kasus rasisme akun media sosial “D’Facto” dan kejelasan sejarah lokal. Kehadiran Walikota di lokasi bukannya membawa solusi, melainkan justru memperkeruh suasana karena emosinya yang meledak-ledak.
Sinen berulang kali membentak warga dengan nada tinggi dan melabeli para demonstran sebagai provokator. Di tengah adu argumen, Walikota yang seharusnya mengayomi ini malah kehilangan kendali emosi hingga secara terbuka mengajak massa aksi untuk berduel fisik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menunjukkan tindakan premanisme verbal, Sinen juga dinilai lepas tangan dari tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.
Ia menolak memfasilitasi tuntutan warga dan melempar seluruh masalah tersebut kepada pihak Kesultanan Tidore.
“Kalau kalian minta Sultan turun, kalian berurusan dengan Sultan, bukan berurusan dengan saya,” cetus Sinen dengan nada acuh.
Tidak hanya itu, Sinen juga mengancam akan “menyikat” warganya sendiri menggunakan kekuatan represif aparat kepolisian jika blokade jalan tidak segera dibuka.
Sikap anti-kritik dan emosional dari orang nomor satu di Tidore ini kini memicu kecaman luas karena dianggap tidak layak dicontoh oleh seorang pemimpin publik.
Editor : Admin Coretansatu.com








