Diduga Dijebak Ke Desa Silang, Ongky Nyong Alami Penganiayaan Brutal: Skema Kades Silang Mulai Terbuka?

- Penulis Berita

Senin, 9 Februari 2026 - 06:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Ongky Nyong, S.H., M.H, berada di RSUD Labuha

Foto, Ongky Nyong, S.H., M.H, berada di RSUD Labuha

HALSEL,Coretansatu.com – Dugaan penganiayaan berat menimpa Ongky Nyong, S.H., M.H., yang disebut-sebut menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sejumlah orang yang diduga merupakan keluarga dekat istrinya sendiri, S.DK, Kepala Desa (Kades) Silang, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026, di Desa Silang, dan menyisakan luka serius pada korban. Ongky Nyong mengalami luka sobek, bengkak di bagian mulut, serta sejumlah luka di beberapa bagian tubuh, hingga harus dilarikan ke RSUD Labuha.

Insiden ini tak bisa dilepaskan dari konflik rumah tangga lama yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik. Pada akhir tahun 2025, sejumlah media online memberitakan dugaan perselingkuhan yang melibatkan S.DK, Kades Silang, dengan mantan suaminya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi pemberitaan tersebut, S.DK kala itu didampingi kuasa hukumnya Noldi Kurama, S.H., menggelar pertemuan yang dihadiri Ongky Nyong (mantan suami), istri keduanya, serta dua orang wartawan, dalam rangka menyampaikan klarifikasi dan hak jawab.

Dalam forum tersebut, S.DK secara terbuka meminta agar laporan hukum terhadap Ongky Nyong di Polres Halsel tetap dilanjutkan, meskipun rencana klarifikasi akan dimuat di media.

“Meski sudah ada berita klarifikasi, proses hukum harus tetap berjalan. Saya bersumpah dunia akhirat tidak akan lagi memperbaiki rumah tangga ini, biar bubar saja,” ujar S.DK saat itu, menjawab pertanyaan kuasa hukumnya terkait laporan polisi.

Namun, beberapa hari sebelum insiden penganiayaan, warga setempat melihat korban dan S.DK kembali bersama, duduk santai di sebuah warung dan memesan kopi pahit, seolah hubungan keduanya mulai mencair.

Berdasarkan keterangan warga, S.DK diduga menelepon Ongky Nyong dan memintanya datang ke Desa Silang dengan alasan untuk bertemu orang tuanya guna menyelesaikan persoalan keluarga.

Namun, setibanya di Desa Silang, korban tidak pernah bertemu dengan mertuanya. S.DK disebut beralasan bahwa orang tuanya telah pergi ke kebun. Di titik inilah, situasi berubah drastis.

Tanpa diduga, Ongky Nyong justru menjadi sasaran pengeroyokan. Sejumlah orang yang diduga kuat merupakan saudara kandung dan keluarga dekat S.DK melakukan penganiayaan secara brutal terhadap korban, sehingga Korban mengalami luka parah hingga berlumuran darah, sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Labuha oleh S.DK sendiri untuk mendapatkan perawatan medis.

Merasa tidak terima atas kejadian tersebut, keluarga korban melaporkan kasus ini ke Polres Halmahera Selatan. Laporan resmi telah diterima pihak kepolisian dengan Nomor STTLP/44/II/2026/SPKT Polres Halsel.

Berdasarkan laporan itu, aparat kepolisian segera meminta dokter melakukan visum et repertum terhadap korban sebagai alat bukti hukum.

Ironisnya, beredar informasi bahwa S.DK diduga secara diam-diam meminta pihak RSUD Labuha agar visum tidak dilakukan terhadap korban. Hingga kini, motif dan tujuan permintaan tersebut masih menjadi tanda tanya besar.

Beruntung, pihak kepolisian yang berada di lokasi bersikap tegas dan tetap mendesak agar visum dilakukan sesuai prosedur hukum, demi mengamankan alat bukti atas dugaan tindak pidana penganiayaan berat tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Kades Silang S.DK belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi dan permintaan klarifikasi yang dilakukan wartawan tidak mendapatkan respon.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru