HALSEL,Coretansatu.com — Marwah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Halmahera Selatan kembali tercoreng oleh ulah oknum Ketua BPD Desa Hidayat, Kecamatan Bacan, yang akrab disapa Fahri.
Pasalnya, sikap Fahri dinilai membingungkan sekaligus meresahkan warga Desa Hidayat. Selain menjabat sebagai Ketua BPD, Fahri juga diketahui berprofesi sebagai wartawan di salah satu media online.
Peran ganda tersebut diduga dimanfaatkan secara tidak proporsional, bahkan disinyalir digunakan untuk mengintimidasi warga desa.Sejumlah warga mengaku resah dengan sikap Ketua BPD yang dinilai “bertameng wartawan” saat menghadapi persoalan di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kebingungannya ketika didatangi Fahri dengan kapasitas yang tidak jelas.
“Kebetulan ada isu miring yang menyeret nama saya. Beberapa waktu lalu Ketua BPD datang dengan dalih sebagai Ketua BPD sekaligus wartawan. Saya bingung harus menjawab bagaimana, karena kapasitasnya tidak jelas,” ungkap warga tersebut.
Menurut warga, situasi tersebut justru memperkeruh keadaan. Persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan di tingkat desa, malah berujung pada pemberitaan di media, padahal masalahnya belum memiliki kejelasan unsur dan fakta yang utuh.
“Seharusnya kalau ada persoalan di desa, BPD berkoordinasi dengan Kepala Desa untuk mendudukkan masalah dan mencari solusi. Bukan datang dengan dua topeng sekaligus, sebagai Ketua BPD dan wartawan,” tegasnya.
Warga juga menyayangkan langkah Fahri yang dinilai mencederai moral dan independensi profesi jurnalis. Menurut mereka, seorang wartawan dituntut menjunjung tinggi kode etik, bekerja secara independen, dan mengedepankan data serta fakta hasil investigasi sebelum mempublikasikan sebuah pemberitaan.
“Ini sudah mengarah pada pelecehan profesi jurnalis. Kalau satu oknum berbuat seperti itu, semua wartawan bisa dinilai buruk oleh masyarakat,” lanjut warga tersebut.
Tak hanya itu, keresahan warga kian meluas. Sejumlah warga bahkan mendesak Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, agar segera mengambil sikap tegas dengan mencopot oknum Ketua BPD Desa Hidayat tersebut.
“Demi menjaga marwah BPD dan nama baik pemerintah daerah, sebaiknya Bupati Bassam Kasuba segera mencopot oknum tersebut. Jika dibiarkan, ini justru mencoreng nama baik pemerintah sendiri,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua BPD Desa Hidayat, Fahri, masih dalam upaya konfirmasi wartawan terkait berbagai keluhan dan keresahan warga tersebut.
Editor : Editor_Coretansatu









