Diduga Lari Dari Masalah, Kades Toin Memilih Kontrak Rumah Warga Jadikan Kantor Desa, Warga Sebut Pemborosan Uang Negara

- Penulis Berita

Jumat, 19 Desember 2025 - 03:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Rumah warga yang di kontrak kades toin sebagian kantor desa

Foto, Rumah warga yang di kontrak kades toin sebagian kantor desa

HALSEL,Coretansatu.com – Desa Toin, Kecamatan Botanglomang, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali diguncang polemik serius. Kepala Desa Toin, Fahmi Taher, diduga memilih mengontrak rumah warga untuk dijadikan kantor desa, alih-alih menggunakan kantor desa resmi yang telah tersedia. Keputusan itu memicu kemarahan warga yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk pemborosan uang negara,(Jumat,19/12/2025.)

Warga menilai tindakan Fahmi Taher bukan sekadar kebijakan keliru, melainkan cerminan dari sikap menghindari persoalan. Pasalnya, kantor desa yang ada disebut sengaja ditinggalkan setelah dipalang warga akibat persoalan uang meteran listrik yang hingga kini tak kunjung diselesaikan oleh kepala desa.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, meteran listrik Warga sebelumnya dipasang secara mandiri oleh warga. Namun, biaya pemasangan tersebut diduga tidak ingin diganti oleh pemerintah desa, padahal sudah di wajibkan Dana Desa di prioritaskan untuk pengadaan meteran listrik terhadap warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih mengembalikan uang meteran listrik warga, Fahmi Taher justru diduga memilih jalan pintas dengan “lari dari masalah”. Rumah warga pun dikontrak dan dijadikan kantor desa sementara, seakan menutup bab persoalan lama tanpa penyelesaian yang jelas.

Langkah tersebut menuai kecaman keras dari warga Desa Toin. Mereka menyebut Fahmi Taher telah membuang-buang uang negara, sebab kantor desa yang dibangun menggunakan anggaran negara kini terbengkalai dan bahkan disebut-sebut dialihfungsikan hingga dijuluki warga sebagai “sarang kuntilanak”.

Lebih jauh, polemik ini membuka kembali luka lama terkait pengelolaan dana desa di Desa Toin. Warga menduga kuat telah terjadi penyimpangan dana desa selama tiga tahun terakhir masa kepemimpinan Fahmi Taher.

Menurut pengakuan warga yang tidak mau identitasnya publis, selama Fahmi Taher menjabat sebagai kepala desa, pembangunan yang bersumber dari dana desa nyaris tak terlihat. Ironisnya, warga menyebut satu-satunya bangunan yang tampak hanyalah sebuah tiang pancang bendera Merah Putih.

Situasi ini diperparah dengan dugaan pembiaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan. Warga menilai Pemda terkesan melindungi Kepala Desa Toin, meskipun persoalan demi persoalan terus mencuat ke permukaan tanpa penanganan serius.

Mirisnya lagi, Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, terkesan menutup mata atas kondisi tersebut. Warga mempertanyakan sikap bupati yang dinilai membiarkan Fahmi Taher tetap “berkeliaran” meski terseret dugaan penyalahgunaan dana desa bernilai miliaran rupiah.

Tak hanya itu, Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halmahera Selatan juga dinilai bungkam. Hingga kini, belum terlihat adanya langkah tegas berupa audit, pemeriksaan, atau sanksi atas persoalan yang menahun di Desa Toin.

Warga Desa Toin menegaskan, jika kondisi ini terus dibiarkan, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin runtuh. Mereka mendesak aparat pengawas, penegak hukum, dan pemerintah daerah segera turun tangan, membuka tabir pengelolaan dana desa, dan menindak tegas Kades Toin, Fahmi Taher.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Berita Duka: Wartawan Adenyong Nafis Tutup Usia, Karya dan Dedikasinya Abadi dalam Ingatan
Dukung Olahraga Daerah: Harita Nickel Sumbang 10 Mobil Operasional untuk Sukseskan Porprov V Malut 2026
Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas
PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD
Hujan Deras Guyur Kota Weda, Tiga Desa Terendam Banjir: Warga Soroti Kinerja Pemda
Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!
Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng
Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:04

Rp 2,2 Triliun Kerugian Lingkungan Diduga Menganga, DPP IMM: PT. Halmahera Sukses Mineral Jangan Tutup Mata Perusak Ekologi

Senin, 1 Juni 2026 - 06:18

DPP IMM Mendesak APH Segera Periksa Dugaan Penyimpangan di BPBD Halsel: “Jangan Biarkan Kejahatan Anggaran Tumbuh di Atas Penderitaan Rakyat

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:42

Usman Mansur Tagih Janji Kejati Malut, Jangan Main-Main dengan Skandal Tunjangan DPRD: Kuntu Daud Harus Bertanggung Jawab!

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:02

Formapas Malut: Desak Cabut IUP PT Priven Lestari, Jangan Korbankan Gunung Wato-Wato Demi Keserakahan Tambang!

Selasa, 26 Mei 2026 - 04:51

PP Formapas: Menteri PU Harus Taat Hukum, Copot Kepala BPJN Malut yang Diduga Terseret Pusaran Korupsi dan Polemik MBG

Senin, 25 Mei 2026 - 18:09

DPP IMM Soroti Utang Proyek BPBD Halsel, Usman Mansur: Jangan Jadikan APBD sebagai Kuburan Transparansi

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57

Usman Mansur: Jangan Jadikan Buruh Tumbal Keuntungan Perusahaan, Dugaan Kezaliman di PT Sampoerna Kayoe Harus Diusut!

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:35

Skandal Tambang Haltim Meledak! DPP IMM Minta Aparat Usut Dugaan Izin Bermasalah PT Sumberdaya Arindo

Berita Terbaru