Diduga Jadi “Tauke Tambang”, GMNI Ternate Desak KPK Usut Gubernur Maluku Utara

- Penulis Berita

Kamis, 2 Oktober 2025 - 12:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALTENG, Coretasatu.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ternate melontarkan kritik keras terhadap Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang diduga memiliki kepentingan langsung dalam bisnis pertambangan di Pulau Gebe, Halmahera Tengah.

‎Informasi yang dihimpun GMNI menyebutkan, Gubernur Sherly diduga menguasai 71 persen saham di PT Karya Wijaya, sebuah perusahaan tambang yang tengah beroperasi di Pulau Gebe.

‎“Jika benar Gubernur menjadi pemilik saham mayoritas, ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat sekaligus pelanggaran hukum yang nyata. Integritas jabatan publik telah dicederai,” tegas Ketua GMNI Ternate, M. Asrul, dalam konferensi pers, Kamis (2/10).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Dugaan Pelanggaran UU Minerba

GMNI menilai kepemilikan saham oleh kepala daerah secara langsung melanggar Pasal 40 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Regulasi itu dengan tegas melarang pejabat negara terlibat dalam aktivitas pertambangan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bila terbukti, dugaan ini tak hanya soal pelanggaran hukum, melainkan juga:

1. mencoreng etika pemerintahan,
2. meruntuhkan kepercayaan publik terhadap pemimpin daerah,
3. ‎serta memperlihatkan bagaimana oligarki tambang beroperasi di balik kekuasaan.

‎Tuntutan GMNI Ternate

‎Dalam pernyataan resminya, GMNI Cabang Ternate mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung RI, Mabes Polri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera membentuk tim investigasi gabungan.

‎Ada tiga poin tuntutan utama yang diajukan:
1. ‎Evaluasi dan Copot Gubernur Sherly Tjoanda
2. GMNI meminta Mendagri dan Menteri ESDM melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Gubernur Sherly. Jika dugaan kepemilikan saham terbukti, pencopotan jabatan dinilai sebagai langkah mutlak demi menjaga amanah konstitusi.
3. ‎Hentikan Operasi PT Karya Wijaya

‎Seluruh aktivitas pertambangan di Pulau Gebe diminta dihentikan sementara hingga investigasi selesai, demi menjamin transparansi proses hukum.

‎Pulau Gebe untuk Rakyat, Bukan Oligarki. GMNI menegaskan Pulau Gebe harus kembali menjadi ruang hidup rakyat, bukan dikendalikan segelintir elite. Eksploitasi berlebihan dinilai mengancam lingkungan serta masa depan generasi mendatang.

‎“Kami tidak akan berdiam diri. Jika penguasa bermain tambang, maka rakyat akan melawan. Ini soal keadilan, lingkungan, dan masa depan Maluku Utara,” tegas Asrul.

GMNI Ternate juga menyatakan siap menggalang solidaritas nasional dan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan ini tidak segera ditindaklanjuti oleh lembaga penegak hukum

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Arfandi

Berita Terkait

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang
Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite
Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi
Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA
Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender
Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut
Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 10:13

Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:45

Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:11

Gelar Penyuluhan di Desa Baru, Polsek Obi Ajak Pelajar SMPN 13 Halsel Perangi Judol dan Napza

Berita Terbaru

Foto: istimewa

Maluku Utara

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:21