HALSEL,Coretansatu.Com — Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, diguncang bentrokan antarkelompok pemuda pada Minggu (29/09/2025) malam hari yang nyaris meluas menjadi konflik besar. Insiden ini diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras dan dendam lama antara pemuda Dusun Kampung Makean dengan pemuda dari RT 01, RT 02, dan RT 03.
Ketegangan memuncak saat waktu adzan Isya berkumandang sekitar pukul 18.37 WIT. Menurut keterangan warga, sekelompok pemuda dari arah RT 01–03 tiba-tiba berteriak menantang warga Kampung Makean untuk berkelahi. Mereka diduga dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi minuman keras.
Sejumlah warga mengaku tersinggung karena ajakan berkelahi itu disertai ucapan-ucapan yang dianggap tidak pantas dilontarkan saat adzan berkumandang. Hal tersebut sontak menyulut emosi warga yang hendak menuju masjid untuk melaksanakan ibadah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana pun berubah ricuh dalam hitungan menit. Kedua kelompok terlibat aksi saling serang menggunakan benda tumpul di beberapa titik dekat pemukiman warga. Upaya tokoh masyarakat dan orang tua untuk melerai belum berhasil menghentikan keributan.
Akibat bentrok tersebut, dua rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan kaca jendela, sementara tiga warga mengalami luka cukup serius. Mereka masing-masing adalah Risno Jabid, Ikbal Hadad, dan Hadianto Hadad. Ketiganya mengalami luka di bagian wajah dan tangan akibat hantaman benda keras, dan saat ini masih dalam perawatan intensif.
Sumber lapangan menyebut beberapa nama yang diduga berada di barisan terdepan saat bentrokan pecah, di antaranya Rian Samuel, Arjuna, Aji (45), PG, dan AR. Salah satu perangkat desa yang enggan disebut namanya membenarkan bahwa dirinya melihat langsung kejadian tersebut.
“Mereka lari keliling masjid sambil teriak-teriak, pakai kata-kata yang memancing emosi. Saya lihat sendiri,” ungkapnya.
Situasi di Desa Yaba kini dilaporkan telah berangsur kondusif, meski sebagian warga dari kedua kubu masih berjaga mengantisipasi bentrokan susulan. Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat memilih menahan diri sambil menunggu kehadiran aparat keamanan dari Polsek setempat.
Warga berharap pihak kepolisian turun tangan secepatnya untuk mencegah konflik meluas dan memastikan para pelaku provokasi diproses sesuai hukum agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Editor : Admin.Coretansatu









