Proyek RS Pratama Rp42 Miliar Mandek: IMM Sarankan APH Periksa Kadiskes dan Bupati Halbar!! 

- Penulis Berita

Selasa, 9 Desember 2025 - 17:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua IMM Maluku Utara, Muhammad Taufan Baba

Foto: Ketua IMM Maluku Utara, Muhammad Taufan Baba

HALBAR,Coretansatu.com — Pembangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) menuai tanda tanya. Proyek yang semestinya difungsikan menjelang tahun 2026 itu justru terkesan mangkrak tanpa kepastian dari pihak pengawas maupun kontraktor pelaksana.

Proyek dengan nilai Rp 42.946.393.870,61(empat puluh dua miliar sembilan ratus empat puluh enam juta tiga ratus sembilan puluh tiga ribu delapan ratus tujuh puluh koma enam satu), yang bersumber dari DAK APBN 2024 ini dikerjakan oleh PT Mayagi Mandala Putra, dimulai pada 25 Maret 2024 dengan durasi kontrak 280 hari kalender. Ironinya, hingga memasuki akhir 2025, progres fisik diperkirakan baru mencapai sekitar 45 persen.

Fakta ini memicu respons dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Maluku Utara. Ketua IMM Malut, Taufan Baba, menilai proyek RSP perlu mendapat perhatian serius aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sejak tahap awal pelaksanaan sudah ditemukan kejanggalan, salah satunya perubahan lokasi yang dinilai tidak sesuai data administrasi.

“Awalnya informasi titik proyek berada di Kecamatan Loloda, tapi kemudian dialihkan ke Kecamatan Ibu. Ini harus dijelaskan dasar pertimbangannya,” ujar Taufan.

Selain itu, hasil pemeriksaan BPK RI diduga menemukan kekurangan volume pekerjaan sekitar Rp 2,4 miliar. Temuan ini memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam penggunaan anggaran.

“Jika benar ada temuan itu, mestinya aparat penegak hukum bergerak menindaklanjuti. Jangan sampai publik menduga terjadi pembiaran,” tegasnya.

Taufan meminta penegak hukum baik itu Kejari setempat, maupun Polres Halbar harus memeriksa pihak terkait, termasuk kontraktor, Kepala Dinas Kesehatan Halbar Novelheins Sakalaty, dan Bupati Halbar James Uang.

“Dana Rp42 miliar bukan jumlah kecil, tapi kenapa pekerjaan terkesan jalan ditempat. Kami mendorong agar pihak terkait dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban, katanya.

Hingga berita ini dipublish Kadinkes Halbar Novelheins Sakalaty dan pihak PT Mayagi Mandala Putra belum memberikan keterangan resmi.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru