Oknum Kaur Desa Dehegila Diduga Arogan, Ancaman Terhadap Warga Jadi Sorotan Warga Morotai

- Penulis Berita

Senin, 10 November 2025 - 07:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

MOROTAI,Coretansatu.com — Dunia pemerintahan desa kembali tercoreng. Seorang oknum Kaur Desa Dehegila, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, diduga berperilaku arogan terhadap warganya sendiri. Ironisnya, tindakan tersebut bukan menunjukkan pembinaan atau penyelesaian masalah, melainkan ancaman pelaporan ke pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, oknum Kaur berinisial Sumitro Bicara, yang dikenal sebagai sosok orang tua dan dituakan di lingkungan desa, justru menampakkan sikap yang bertolak belakang dengan etika pelayanan publik. Ia disebut-sebut tidak memahami secara utuh tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai perangkat desa.

Persoalan bermula saat Aji (21), seorang pemuda Desa Dehegila, menjalani proses mediasi dengan mantan istrinya terkait kesepakatan perceraian. Meski keduanya diketahui hanya menikah siri dan belum memiliki buku nikah resmi, langkah mediasi itu dilakukan dengan niat baik agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, bukannya membantu menengahi, Sumitro justru memperkeruh suasana. Dalam proses penyelesaian tersebut, Sumitro disebut-sebut melontarkan ancaman akan melaporkan keluarga Aji ke Aparat Penegak Hukum (APH) dengan dalih tertentu yang tidak jelas. Sikap ini membuat warga yang hadir saat itu merasa kecewa dan takut.

Beberapa warga yang menyaksikan kejadian itu mengaku heran dengan tindakan sang Kaur. Menurut mereka, perangkat desa seharusnya menjadi penengah dan pelindung masyarakat, bukan sebaliknya menakut-nakuti warga dengan ancaman hukum.

“Seharusnya sebagai aparat desa, dia bisa jadi contoh dan penyejuk, bukan malah membuat masyarakat takut. Kalau begini caranya, masyarakat jadi enggan datang ke kantor desa,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain dianggap tidak memahami tupoksi, Sumitro juga dinilai gagal membangun komunikasi yang baik dengan warga. Tindakannya dianggap mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah desa yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat.

Orang tua AJI bahkan menilai, tindakan oknum tersebut perlu dievaluasi oleh Kapala Dinas DPMD Kabupaten Pulau Morotai dan juga kepala desa. Iya mendesak agar Pemerintah Kecamatan maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Morotai tidak menutup mata terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang oleh perangkat desa.

“Kalau memang benar seperti itu, berarti sudah melanggar etika birokrasi. Aparat desa harusnya tahu batas kewenangannya. Kalau semua persoalan kecil diancam bawa ke polisi, lalu buat apa ada pemerintah desa?” tegas Enda Ibundanya AJI.

Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di kalangan Desa Dehegila. Banyak yang menilai tindakan oknum kaur tersebut mencerminkan rendahnya kualitas aparatur desa dalam memahami peran dan tanggung jawabnya terhadap warga.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Berita Terkait

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Berita Terbaru