Teror Berulang Di Babang: Remaja 16 Tahun Diduga Kembali Diculik Kerabat Terlapor Kasus Pengeroyokan

- Penulis Berita

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

HALSEL,Coretansatu.com – Aksi dugaan penculikan terhadap seorang anak di bawah umur kembali terjadi di Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Korban berinisial FS (16) diduga kembali dibawa paksa oleh salah satu kerabat dari empat terlapor kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang sebelumnya dilaporkan ke polisi.

Peristiwa ini menambah panjang daftar tekanan dan ancaman yang dialami korban. FS sebelumnya diduga menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh empat warga Babang. Namun belum tuntas proses hukum berjalan, korban justru kembali mengalami dugaan penculikan untuk kedua kalinya.

Nenek korban, Mardia, mengungkapkan bahwa pelaku yang datang menjemput paksa cucunya diketahui bernama IPAL, warga Babang yang disebut sebagai kerabat dekat para terlapor dalam kasus sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang datang dan membawa korban dari rumah itu atas nama IPAL, cucunya Pak Jalal. Anak tirinya juga ikut dilaporkan ke Polres Halsel terkait dugaan penganiayaan dan pengeroyokan,” ungkap Mardia dengan nada cemas.

Sebelumnya, pada Selasa dini hari, 11 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIT, beberapa orang tak dikenal diduga mendatangi rumah nenek korban. Kehadiran mereka membuat FS ketakutan hingga bersembunyi di bawah tempat tidur sambil memanggil neneknya.

Situasi mencekam itu berlanjut keesokan harinya. Sekitar pukul 15.00 WIT, IPAL mendatangi rumah tersebut. Tanpa banyak bicara, ia diduga langsung menarik korban keluar rumah dan membawanya menggunakan sepeda motor matic berwarna hijau.

Nenek korban sempat berupaya mencegah, namun pelaku langsung tancap gas dan membawa FS dengan kecepatan tinggi. Keluarga pun diliputi kepanikan dan ketakutan atas keselamatan anak tersebut.

Mendapat laporan dari pihak keluarga, orang tua korban segera melapor ke Satreskrim Polres Halmahera Selatan. Aparat kepolisian bersama dua personel langsung melakukan upaya pencarian terhadap korban dan terduga pelaku.

Kasus ini memicu pertanyaan serius tentang perlindungan terhadap korban anak serta potensi intimidasi terhadap pelapor dalam perkara pidana yang sedang berjalan. Keluarga berharap aparat penegak hukum bertindak tegas dan cepat untuk menjamin keselamatan FS serta menuntaskan proses hukum tanpa tebang pilih.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian dan pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara
Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara
Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar
IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang
Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore
Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan
HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut
Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:30

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32

Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:58

IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:31

HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:35

Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:57

Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur

Berita Terbaru