BANDA ACEH, Coretansatu.com– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan Pemerintah Aceh, tokoh agama, hingga aparat keamanan.
Tampak hadir Wakil Gubernur Aceh yang diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Bupati Aceh Utara yang diwakili Asisten I, Kakanwil Kemenag Aceh dan Kakan Kemenag Kota, Abi Sakdan dari MPU Aceh Utara, Ketua FKUB Aceh Utara H. Samsul Bahri, Ketua FKUB Kota Lhokseumawe Tgk. Subhan, Kapolres Kota Lhokseumawe, Kasat Binmas Polres Aceh Utara, serta pengurus FKUB Aceh.
Dalam sambutannya, Ketua FKUB Aceh A. Hamid Zein menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Bumi Serambi Mekkah. Ia menyoroti hasil penelitian salah satu lembaga luar Aceh yang menilai Aceh sebagai wilayah “tidak toleran” terhadap pemeluk agama lain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Survei tersebut tidak akurat, karena hanya berdasarkan penyebaran kuesioner kepada pihak tertentu tanpa verifikasi lapangan. Ini tugas kita bersama untuk mengonfirmasi dan membuktikan bahwa stigma itu tidak benar,” tegas A. Hamid Zein.
Raker FKUB juga membahas pembahasan Raqan Trantib dan Linmas yang tengah berlangsung di DPRA. Salah satu usulan penting adalah penambahan bab Tertib Kerukunan Umat Beragama, sebagai payung hukum menjaga harmoni sosial di Aceh.
Isu pengawasan terhadap aliran sesat turut menjadi sorotan. Saat ini diduga ada aliran menyimpang berkembang di Aceh Utara dan Lhokseumawe. FKUB sebagai bagian dari Tim Pakem siap berkoordinasi dengan Kejaksaan dan MPU Aceh untuk memastikan langkah penanganannya.
“Kita tidak boleh membiarkan masalah ini meluas dan memicu gesekan SARA. Mari kita utamakan tabayyun, pendekatan agama, dan mencari maslahat,” ujar A. Hamid Zein.
Melalui forum raker ini, FKUB Aceh kembali menekankan pentingnya menjaga trilogi kerukunan umat beragama, yaitu:
Hubungan antar umat beragama,
Hubungan internal umat seagama, dan
Hubungan antara umat beragama dengan pemerintah.
Raker ini menjadi momentum penting untuk merumuskan rekomendasi strategis kepada Pemerintah Aceh demi memperkuat ketertiban, ketentraman, serta keharmonisan masyarakat.
Acara ditutup dengan sambutan Kakanwil Kemenag Aceh, Bupati, serta arahan Wakil Gubernur Aceh selaku Dewan Penasehat FKUB yang sekaligus membuka Raker secara resmi.
Editor : Admin Coretansatu.com
Sumber Berita : M Nur








