HALSEL,Coretansatu.com – Dugaan penimbunan dan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis solar di Kabupaten Halmahera Selatan kembali di klarifikasi.
Dugaan tersebut menyeret salah satu pengusaha bernama Amsar warga Desa babang kecamatan bacan timur.
Dari pres release yang di terima media ini, Selasa, 21/07/2026. Amsar membantah jika pemberitaan yang menyeret namanya dalam dugaan penjualan BBM Subsidi tidak sesuai fakta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya menyatakan bahwa pemberitaan yang menyebut saya melakukan penimbunan dan penjualan BBM bersubsidi tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Pemberitaan tersebut telah menimbulkan opini negatif di masyarakat dan berdampak pada nama baik serta reputasi saya”
“Faktanya, saya memiliki 11 (sebelas) unit kendaraan operasional ekspedisi/truk yang digunakan untuk menunjang kegiatan usaha. Seluruh BBM yang diperoleh melalui QR Code kendaraan tersebut dipergunakan untuk kebutuhan operasional armada milik sendiri” ujar Amsar dalam pres release.
Lebih lanjut, Amsar menjelaskan penggunaan BBM subsidi hanya semata mata untuk menunjang usaha bukan untuk di diperjualbelikan.
“Dalam pelaksanaan operasional, kebutuhan BBM setiap kendaraan tidak selalu sama. Oleh karena itu, apabila terdapat kendaraan yang tidak menghabiskan seluruh alokasi BBM-nya, sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional lain yang masih berada dalam satu armada perusahaan. Penggunaan tersebut semata-mata untuk menunjang operasional usaha dan bukan untuk diperjualbelikan kepada pihak lain ataupun ditimbun” sambungnya.
Meski dalam pemberitaan sebelumnya edisi 20 juli 2026 “Akui Timbun BBM, Amsar diduga jual solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi” telah di konfirmasi atas permintaan di kediamannya saat sedang pesta miras, Senin, 20/07/2026. namun tetap saja merasa tidak di berikan ruang untuk perimbangan berita.
“Saya tidak pernah melakukan penjualan BBM bersubsidi sebagaimana yang diberitakan. Oleh karena itu, saya keberatan atas pemberitaan yang menggiring opini seolah-olah saya telah melakukan perbuatan melawan hukum tanpa adanya putusan atau pembuktian yang sah dari aparat penegak hukum”
“Saya juga menilai pemberitaan tersebut tidak memenuhi asas keberimbangan karena tidak memberikan ruang yang proporsional terhadap penjelasan dan klarifikasi saya secara utuh, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang tidak lengkap” tutup Amsar.
Meski begitu, ketika di tanya soal BBM Dexlite yang ia akui menjual ke kapal layar barang (Barebo) bukan BBM subsidi memiliki izin dan apakah pihak Barebo membeli Dexlite di atas harga industri yang iya jual.? Amsar memilih bungkam atau tidak menanggapinya.
Editor : Admin Coretansatu.com







