Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

- Penulis Berita

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: istimewa

Foto: istimewa

HALSEL,Coretansatu.com — Dugaan praktek mafia Bahan Bakar Minya (BBM) Bersubsidi marak terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Dugaan praktek penjualan BBM bersubsidi jenis solar diduga di lakukan salah satu pengusaha bernama Amsar warga Desa Babang Kecamatan Bacan Timur.

Modus yang diduga dalam penimbunan dan penjualan BBM Subsidi Jenis Solar adalah dengan memanfaatkan Barkot (QR Code) 11 mobil expedisi milik Amsar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Informasi sejumlah sumber yang di himpun media ini menjelaskan, Amsar menimbun BBM subsidi jenis Solar dan menjual ke salah satu kapal layar motor (Barebo) dengan harga Rp. 13.000 hingga Rp. 15.000.perliter

Menanggapi tudingan tersebut, Amsar membantah bahwa dirinya menjual BBM tanpa izin adalah Dexlite bukan solar subsidi, anehnya pada penjelasan sebelumnya bahwa yang ia beli hanyalah BBM Subsidi untuk kebutuhan 11 mobil expedisi menggunakan QR Code. Senin, 20/07/2016.

“Saya hanya membeli solar sesuai Barkot, selain itu tidak ada lagi karena sesuai prosedur”

“Yang jual di Barebo itu Dexlite bukan solar Subsidi” Ujar Amsar.

Dugaan keterlibatan Amsar dalam penjualan BBM bersubsidi ini di perkuat dengan pengakuannya, bahwa sekitar empat drum atau sekitar 1 ton Solar yang ia tampung di gudang penyimpanannya.

“Saya akui saja ada sekitar 4 drum di solar gudang” sambung Amsar.

Dari pengakuan Amsar tersebut, membuktikan adanya penyalah gunaan BBM Bersubsidi baik praktek penimbunan BBM maupun dugaan penjualan secara ilegal.

Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu langkah tegas dari pihak penegak hukum maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA
Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender
Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut
Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati
Gelar Penyuluhan di Desa Baru, Polsek Obi Ajak Pelajar SMPN 13 Halsel Perangi Judol dan Napza
Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum
Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas
Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 11:11

Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender

Senin, 20 Juli 2026 - 10:13

Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:45

Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:19

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:01

Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Berita Terbaru

Maluku Utara

Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut

Senin, 20 Jul 2026 - 10:13