20 Rakyat Malaysia Ditahan Rejim Israel Ketika Sertai Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

- Penulis Berita

Jumat, 3 Oktober 2025 - 06:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERKINI,Coretansatu.Com — Lima lagi rakyat Malaysia disahkan telah ditahan oleh rejim Israel ketika menyertai misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Penambahan ini menjadikan jumlah keseluruhan rakyat Malaysia yang kini berada dalam tahanan mencatat 20 orang,03/10/2025.

Misi Global Sumud Flotilla dipercayai digerakkan bagi membawa bantuan kemanusiaan ke wilayah bergolak, namun konvoi tersebut dikatakan telah dipintas oleh pasukan keselamatan Israel di perairan antarabangsa.

Berdasarkan Sumber yang di unggah di berbagai sosial media, semua tahanan merupakan sukarelawan yang menyertai pelayaran atas dasar kemanusiaan dan solidariti terhadap rakyat Palestin. Mereka terdiri daripada pelbagai latar belakang termasuk aktivis, ahli perubatan, serta petugas media.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, belum terdapat pengesahan resmi mengenai keadaan kesihatan atau lokasi sebenar para tahanan. Walau bagaimanapun, pihak berwajib di Malaysia dilaporkan sedang berusaha mendapatkan maklumat lanjut melalui saluran diplomatik.

Antara kapal yang dilaporkan telah ditahan ialah Huga, Sirius, Alma, Grand Blu, Hio, Free Willy, Estrella Y Manuel serta Mikeno. Kesemua kapal ini dipercayai bergerak secara berkumpulan dalam konvoi misi GSF.

Penahanan besar-besaran ini menimbulkan kebimbangan dalam kalangan rakyat Malaysia, khususnya keluarga para sukarelawan yang menunggu perkembangan terkini dengan penuh debaran.

Berbagai pihak, termasuk badan bukan kerajaan dan aktivis hak asasi antarabangsa, mula menyuarakan kecaman terhadap tindakan Israel yang dianggap tidak berperikemanusiaan serta melanggar undang-undang maritim antarabangsa.

Terdapat juga desakan agar Persatuan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) campur tangan segera bagi memastikan keselamatan para sukarelawan terjamin dan mereka dibebaskan tanpa syarat.

Kerajaan Malaysia juga akan mengeluarkan pernyataan rasmi dalam waktu dekat bagi menyatakan pendirian serta langkah susulan berhubung isu ini.

Facebook Comments Box

Editor : Admin.Coretansatu

Berita Terkait

DPN PERMAHI: Pemilihan Hakim MK oleh DPR Memiliki Dasar Konstitusional dan Legalitas yang Jelas
Peringati HPN 2026, DPD IWOI Sungai Penuh–Kerinci Tegaskan Peran Pers sebagai Pilar Demokrasi
Bupati Kerinci Monadi Lantik Enam Pejabat JPT Pratama
Praktisi Hukum Soroti Kementerian ESDM Batalkan RKAB PT.Smart Marsindo 2026
Miris Kantor Desa Tidak Di Buka Saat Jam Kerja, Pelayanan Publik Sungai Tutung Lumpuh Total
Parit Di Bangun Pakai Dana Desa Diduga Asal Jadi, Pembangunan Desa Gunung Labu Dipertanyakan
Amarah Warga Meledak: Kantor Tambang Nikel Morowali Dibakar
Proyek Siluman Tembok Penahan Di Kerinci: Tanpa Papan Informasi, Diduga Asal Jadi dan Abaikan Aturan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 10:13

Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:45

Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:11

Gelar Penyuluhan di Desa Baru, Polsek Obi Ajak Pelajar SMPN 13 Halsel Perangi Judol dan Napza

Berita Terbaru

Foto: istimewa

Maluku Utara

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:21