Parit Di Bangun Pakai Dana Desa Diduga Asal Jadi, Pembangunan Desa Gunung Labu Dipertanyakan

- Penulis Berita

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Pembangunan Parit Di Desa Gunung Labu

Foto, Pembangunan Parit Di Desa Gunung Labu

Kerinci,Coretansatu.com – Pekerjaan fisik berupa pembangunan parit lingkungan di Desa Gunung Labu, Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci, yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025, diduga dikerjakan asal jadi dan tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) maupun standar nasional yang berlaku, Kami/08/01/2026.

Pantauan langsung tim di lapangan pada Kamis, 8 Januari 2026, menunjukkan adanya kejanggalan mencolok pada konstruksi parit. Papan cor parit terlihat kecil di bagian bawah dan justru membesar di bagian atas, membentuk struktur lancip yang secara teknis dinilai tidak lazim dan berpotensi mengurangi kekuatan bangunan.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, mengingat pembangunan infrastruktur desa seharusnya mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan pemerintah. Dugaan ketidaksesuaian ini dinilai bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan berpotensi merugikan keuangan negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mencari kejelasan, tim mendatangi kediaman Kepala Desa Gunung Labu, Suparno. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil, lantaran yang bersangkutan tidak berada di rumah. Anak Kepala Desa hanya menyampaikan jawaban singkat, “Bapak tidak ada di rumah,” tanpa penjelasan lanjutan.

Sikap tertutup ini justru menambah kecurigaan publik terhadap proses pelaksanaan proyek tersebut. Minimnya transparansi dinilai bertentangan dengan semangat pengelolaan Dana Desa yang mengedepankan keterbukaan dan akuntabilitas kepada masyarakat.

Seorang aktivis Kerinci, Muas, turut angkat bicara dan menilai pengerjaan parit tersebut sarat pelanggaran teknis. Menurutnya, bentuk papan cor parit yang kecil di bawah dan besar di atas jelas tidak sesuai juknis dan berpotensi membahayakan dalam jangka panjang.

“Kalau dilihat dari konstruksinya, terutama papan cor parit yang lancip, itu sudah jelas tidak sesuai dengan petunjuk teknis. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi patut diduga asal dikerjakan,” tegas Muas.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, tim belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak pemerintah desa terkait kualitas pekerjaan fisik tersebut. Selain itu, papan informasi proyek yang menjadi kewajiban juga diduga tidak dipasang di lokasi pekerjaan.

Masyarakat berharap Inspektorat Kabupaten Kerinci segera turun langsung ke Desa Gunung Labu untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Jika dugaan ini terbukti, penegakan hukum dan evaluasi penggunaan Dana Desa dinilai mutlak dilakukan agar tidak menjadi preseden buruk bagi pembangunan desa lainnya.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Zakaria

Berita Terkait

DPN PERMAHI: Pemilihan Hakim MK oleh DPR Memiliki Dasar Konstitusional dan Legalitas yang Jelas
Peringati HPN 2026, DPD IWOI Sungai Penuh–Kerinci Tegaskan Peran Pers sebagai Pilar Demokrasi
Bupati Kerinci Monadi Lantik Enam Pejabat JPT Pratama
Praktisi Hukum Soroti Kementerian ESDM Batalkan RKAB PT.Smart Marsindo 2026
Miris Kantor Desa Tidak Di Buka Saat Jam Kerja, Pelayanan Publik Sungai Tutung Lumpuh Total
Amarah Warga Meledak: Kantor Tambang Nikel Morowali Dibakar
Proyek Siluman Tembok Penahan Di Kerinci: Tanpa Papan Informasi, Diduga Asal Jadi dan Abaikan Aturan
Industrial Harmony In 2026 di Support Puluhan Perusahaan, Tab Plus Inc Hadirkan Ratusan Peserta

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:06

Dukung Olahraga Daerah: Harita Nickel Sumbang 10 Mobil Operasional untuk Sukseskan Porprov V Malut 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:47

Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:44

PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD

Senin, 1 Juni 2026 - 03:36

Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:27

Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:50

Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:23

Nazlah Gunakan Dana Pribadi untuk Kurban, Sherly Salurkan Sapi lewat APBD

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:26

Retak di Lingkar Kekuasaan, Nazlah Mulai Dibaca Jadi Penantang Sherly 2030

Berita Terbaru