TERNATE,Coretansatu.com — Sebanyak 250 ton beras pengganti milik Perum Bulog Ternate telah tiba di Provinsi Maluku Utara. Penggantian ini merupakan tindak lanjut atas temuan Komisi IV DPR RI bulan lalu terkait penurunan mutu beras yang disimpan di gudang Bulog.
Kepala Perum Bulog Ternate, Jefry Tanasy, menjelaskan bahwa proses penggantian beras tengah berlangsung secara bertahap guna memperkuat ketahanan stok pangan di daerah.
“Proses penggantian sudah berjalan, dan sebanyak 250 ton beras pengganti telah mulai diisi ke gudang Bulog. Ini bagian dari langkah menjaga ketersediaan beras di Maluku Utara,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, ribuan ton beras lama yang sebelumnya mengalami penurunan mutu telah disortir. Dari hasil sortir tersebut, sekitar 700 ton dikirim ke Sulawesi Selatan untuk dilakukan proses pengolahan ulang.
Menurut Jefry, beras yang menurun mutunya tidak langsung dimusnahkan, melainkan melalui tahapan uji mutu untuk menentukan kelayakan konsumsi.
“Dari hasil pengujian, akan diketahui apakah beras itu masih layak dikonsumsi manusia. Jika tidak memenuhi standar mutu, maka akan dialihkan menjadi bahan pakan ternak,” jelasnya.
Langkah tersebut, kata dia, dilakukan agar tidak menimbulkan kerugian negara sekaligus memastikan seluruh stok beras tetap termanfaatkan.
Lebih lanjut, Jefry menegaskan bahwa Bulog kini fokus mengoptimalkan perawatan beras di gudang, termasuk peningkatan sistem pengawasan dan rotasi stok. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan penugasan distribusi beras oleh pemerintah agar penyaluran beras ke masyarakat tidak terhambat.
“Bulog memiliki tanggung jawab mengelola cadangan beras pemerintah. Karena itu, distribusi sangat bergantung pada regulasi dan dukungan pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk mencegah penumpukan beras di gudang, Bulog Ternate juga rutin bekerja sama dengan TNI/Polri serta instansi pemerintah daerah dalam pelaksanaan pasar pangan murah di berbagai wilayah Maluku Utara.
“Harapannya, penugasan dari pemerintah bisa terus berjalan lancar sehingga beras terdistribusi merata dan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang terjangkau,” pungkas Jefry.
Editor : Admin Coretansatu.com
Sumber Berita : M Riski








