Program Rabu Menyapa, Sekda kota Ternate Menyoroti Isu- Isu Strategis Di lingkungan Dinas Pendidikan

- Penulis Berita

Rabu, 15 Oktober 2025 - 13:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE,Coretansatu.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, kembali melanjutkan program Rabu Menyapa dengan menyambangi Dinas Pendidikan pada Rabu, (15/10/2025)

Dalam kunjungan tersebut, Rizal Marsaoly mendorong pembenahan sektor pendidikan secara menyeluruh, dimulai dari akar persoalan yang ada di lapangan.

Program Rabu Menyapa merupakan inisiatif Sekda untuk memperkuat pelayanan dasar di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui kunjungan langsung dan dialog bersama jajaran instansi. Menurutnya, pendekatan langsung ini penting untuk memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan serta menjawab persoalan masyarakat secara nyata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal ini akan terus saya jalankan secara intensif untuk memastikan OPD bekerja maksimal sesuai tugas pokok dan fungsinya. Saya diminta untuk terlibat langsung, mengevaluasi, dan melihat kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

Di Dinas Pendidikan, ia menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, penguatan data, hingga persoalan anak putus sekolah. Ia menyebut bahwa pendidikan menjadi sektor kunci dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ternate.

“Banyak program RPJMD Pak Walikota Ternate bersama Pak Wakil walikota yang melekat langsung di Dinas Pendidikan. Maka dari itu, masing-masing kabid harus aktif turun ke lapangan, memantau dan mengevaluasi proses pendidikan dari PAUD, SD, hingga SMP,” katanya.

Saya juga menekankan pentingnya penyelesaian masalah pendidikan secara bertahap dan berbasis data. Ia mencontohkan, dalam kasus anak putus sekolah, dibutuhkan intervensi program yang konkret dan terukur oleh bidang terkait.

Ia menegaskan bahwa setiap masalah ditangani dari akarnya. Misalnya soal putus sekolah, bidang terkait harus punya program nyata untuk mengatasinya. Jangan tunggu sampai angka makin naik. Dan semua itu butuh data yang akurat sebagai dasar kebijakan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa mutu pendidikan tidak cukup hanya ditopang oleh kurikulum. Sarana dan prasarana pendukung juga harus menjadi perhatian utama dalam mendukung proses belajar mengajar.

“Cerita tentang mutu pendidikan tidak bisa lepas dari fasilitas. Maka dari itu, Kalau sarana belajar tidak memadai, bagaimana kita bisa bicara soal kualitas? Semua harus dibenahi secara paralel,” ujarnya.

Selain itu, Sekda juga menyinggung soal rasionalisasi anggaran yang sedang berlangsung. Ia meminta agar kondisi tersebut tidak menjadi alasan menurunnya kinerja atau inovasi di lingkup OPD.

“Benar, anggaran kita sedang rasional. Tapi ini tidak boleh jadi alasan untuk stagnan. OPD harus lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun program, terutama yang menyangkut pelayanan langsung ke masyarakat.

Melalui Rabu Menyapa, Sekda berharap instansi-instansi teknis seperti Dinas Pendidikan bisa terus berbenah dari level paling dasar.

Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas pelayanan dan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata dan terukur.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : M Riski

Berita Terkait

GMNI Desak Kapolda Malut: Hentikan Seremonial, Berantas PETI Halsel
Praktisi Hukum Ingatkan Pemkot Tidore: Hibah Rp4,8 Miliar ke Kejari Bisa Jadi Temuan BPK
KONI Maluku Utara Bantah Dugaan Mark-Up Anggaran Porprov V, Sebut Tudingan GIPERS Tidak Berdasar
Dinas Perkim dan Kejari Tidore Diduga Bersekongkol: Tega Kuras Anggaran Rakyat Rp4,8 M di Tengah Defisit
Diduga Kejar Untung, Direktur PT Cimendang Sakti Kontrakindo Tinggalkan Utang
Eks Anggota DPRD Halsel Diduga Jadi Mafia Minyak Tanah, Jual BBM Subsidi Rp10 Ribu Per Liter
Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel
Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 13:29

GMNI Desak Kapolda Malut: Hentikan Seremonial, Berantas PETI Halsel

Senin, 29 Juni 2026 - 11:06

Praktisi Hukum Ingatkan Pemkot Tidore: Hibah Rp4,8 Miliar ke Kejari Bisa Jadi Temuan BPK

Senin, 29 Juni 2026 - 09:36

KONI Maluku Utara Bantah Dugaan Mark-Up Anggaran Porprov V, Sebut Tudingan GIPERS Tidak Berdasar

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:44

Dinas Perkim dan Kejari Tidore Diduga Bersekongkol: Tega Kuras Anggaran Rakyat Rp4,8 M di Tengah Defisit

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:30

Eks Anggota DPRD Halsel Diduga Jadi Mafia Minyak Tanah, Jual BBM Subsidi Rp10 Ribu Per Liter

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:27

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:28

Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Berita Terbaru