Waduh! Lolos PPPK Karim Sumar Dengan SK Palsu , Diduga Dilindungi Oleh Kepala Bidang Pengembangan BKD

- Penulis Berita

Senin, 22 September 2025 - 03:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi PPPK

Foto ilustrasi PPPK

HALSEL,Coretansatu.com —Polemik pemalsuan surat tugas( SK) honorer Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK yang di lakukan oleh oknum kepala Sekolah SDN 246 Desa Gilalang Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi Sorotan Publik.

Kasus ini yang melibatkan Kepala SDN 246, Yakina Mustafa, yang diduga memalsukan SK honorer atas nama Karim Sumar untuk periode 2022–2023. Padahal, pada periode tersebut, SDN 246 masih dipimpin oleh almarhum Umrah Saun, dan Yakina baru menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Sekolah pada Agustus 2024.

Hal ini disampaikan oleh salah satu warga Desa Gilalang menyebutkan bawa ada dugaan manipulasi data honorer demi meloloskan peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II tahun 2025 adalah pelanggaran serius yang tidak hanya merugikan institusi pendidikan tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menduga ada oknum-oknum yang sengaja melindungi praktik ini sehingga kasus ini belum mendapat penanganan yang tuntas. Hal ini sangat merugikan tenaga honorer yang sudah mengabdi secara jujur dan berdedikasi,” ujar

Ia menambahkan, pemalsuan SK ini berpotensi melanggar Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen dan harus segera ditindaklanjuti secara hukum. Karim Sumar bahkan tidak pernah tercatat sebagai honorer di SDN 246, melainkan di MTs Goro-Goro.

“Kami mendesak Bupati Halmahera Selatan dan Dinas Pendidikan untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala Sekolah serta menindak tegas oknum yang terlibat. Jika ditemukan unsur pidana, kami meminta agar kasus ini dilimpahkan ke Aparat Penegak Hukum.

Selain bupati Halsel dan dinas pendidikan warga juga meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam hal ini Komisi I yang membidangi pendidikan,

Ini karna lemahnya sistem verifikasi dan pengawasan dalam proses seleksi PPPK yang memungkinkan manipulasi data seperti ini terus terjadi.

“Kami berharap pemerintah daerah melakukan perbaikan sistemik agar integritas proses seleksi tenaga honorer dan ASN tetap terjaga,”

Hal ini Karna ada perlindungan oknum dari pihak dinas pendidikan kabupaten Halmahera Selatan dan kepala bidang pengembangan BKD.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru