Dermaga Taman Kota Daruba Hancur dan Makan Korban, Pemda Morotai Jangan Tunggu Nyawa Melayang

- Penulis Berita

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto,Kondisi Dermaga Taman Kota Daruba

Foto,Kondisi Dermaga Taman Kota Daruba

MOROTAI,CM — Kondisi Dermaga Taman Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, yang menjadi salah satu akses penting masyarakat dari tiga desa, yakni Desa Ngele-Ngele, Desa Galo-Galo dan Desa Koloray, kini memprihatinkan. Infrastruktur yang semestinya menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat justru terlihat mengalami kerusakan parah dan terkesan dibiarkan tanpa penanganan serius.

Kerusakan pada sejumlah bagian dermaga tersebut bukan lagi sekadar persoalan estetika. Kondisinya telah menyentuh aspek keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan fasilitas tersebut sebagai akses keluar-masuk melalui jalur laut.

Ironisnya, kondisi dermaga yang rusak itu disebut telah memakan korban. Salah satunya dialami seorang warga Desa Koloray, Kecamatan Morotai Selatan, Fatmawati Baba, yang tergelincir akibat kondisi salah satu bagian jembatan dermaga yang rusak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat insiden tersebut, Fatmawati mengalami luka memar pada bagian wajah dan lutut. Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa kerusakan fasilitas publik tersebut bukan lagi ancaman yang bersifat teoritis, melainkan telah menimbulkan dampak langsung terhadap masyarakat.

Bagi warga tiga desa yang bergantung pada akses laut, Dermaga Taman Kota Daruba memiliki posisi strategis. Kerusakan fasilitas tersebut berpotensi menghambat mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas transportasi, distribusi kebutuhan pokok maupun berbagai kepentingan masyarakat yang harus menggunakan jalur laut.

Pertanyaannya, sampai kapan masyarakat harus mempertaruhkan keselamatan ketika melewati fasilitas publik yang kondisinya sudah rusak? Apakah Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai harus menunggu korban berikutnya jatuh, mengalami luka yang lebih serius, atau bahkan terjadi sesuatu yang lebih fatal, baru kemudian mengambil tindakan?

Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Morotai. Pemerintah tidak boleh membiarkan fasilitas yang digunakan masyarakat secara rutin berada dalam kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.

Pemda Morotai didesak segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi Dermaga Taman Kota Daruba, kemudian mengambil langkah konkret untuk memperbaiki bagian-bagian yang mengalami kerusakan. Jangan sampai kerusakan yang hari ini hanya menyebabkan luka memar berubah menjadi tragedi yang lebih besar.

Masyarakat tidak membutuhkan janji dan sekadar peninjauan lapangan. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata dan cepat. Sebab, setiap hari dermaga tersebut tetap digunakan masyarakat, sementara kerusakannya terus menjadi ancaman yang menunggu korban berikutnya.

Pemda Morotai jangan menunggu korban kembali berjatuhan. Benahi dermaga sebelum kerusakan infrastruktur berubah menjadi tragedi kemanusiaan.

Facebook Comments Box

Editor : Coretan_satu

Sumber Berita : Taslim B

Berita Terkait

Polres Halsel Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Wujudkan Polri Presisi
Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Anggota DPRD Haltim Latif Mole Bakal Dilaporkan ke DPP Gerindra
Jatah Minyak Tanah Yaba Diduga “Bocor”: Warga Tak Punya Kupon Dipersulit, Harga Disebut Tembus Rp8 Ribu
Muhammad Abusama Tunjukkan Pramuka Sejati di Tengah Perjalanan
Dituding Makan Gaji Buta, Pelindo Ternate Rajin Tarik E-Pass Tapi Biarkan Dermaga Dangkal
Ngopi Bareng di Pantai Mongga, Kapolres Halsel Gandeng Komunitas Ojek Pejok Perkuat Sinergi Kamtibmas
Jatah Warga Desa Yaba Raib, Minyak Tanah Subsidi di Halsel Diduga Dijual ke Luar Daerah
IMM Malut Desak Polda Bongkar Akar Kasus Rentenir Ilegal Pengusaha BT

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:40

IMM Desak Polda Malut Segera Tersangkakan Pengusaha BT Kasus Rentenir Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:35

Kecam Kadisparbud, PWI Halsel: Jangan Jadi ‘Humas’ Kusu Island Resort dan Abaikan Kebebasan Pers!

Selasa, 21 April 2026 - 09:30

BWS Malut Dinilai Tak Bertaring Evaluasi PPK, FORMAPAS Bakal Laporkan Proyek Rp. 42 Miliar ke KPK 

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:21

Izin Bermasalah, Aktivitas Tambang Emas Hasan Hanafi di Pulau Obi Picu Kerusakan Lingkungan

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:52

Fee Misterius PT. Intimkara Menguap, Warga Desa Hapo Murka!

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:27

Teror Berulang Di Babang: Remaja 16 Tahun Diduga Kembali Diculik Kerabat Terlapor Kasus Pengeroyokan

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:18

Fakta Hukum Diabaikan, API Dinilai Jadi Humas Korporasi Tambang Ilegal di Halmahera Timur

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:49

Keberanian Di Tengah Ketidakadilan: Sumiati Majid Serukan Penuntasan Kasus Halsel Express 01

Berita Terbaru