MOROTAI,CM — Kondisi Dermaga Taman Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, yang menjadi salah satu akses penting masyarakat dari tiga desa, yakni Desa Ngele-Ngele, Desa Galo-Galo dan Desa Koloray, kini memprihatinkan. Infrastruktur yang semestinya menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat justru terlihat mengalami kerusakan parah dan terkesan dibiarkan tanpa penanganan serius.
Kerusakan pada sejumlah bagian dermaga tersebut bukan lagi sekadar persoalan estetika. Kondisinya telah menyentuh aspek keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan fasilitas tersebut sebagai akses keluar-masuk melalui jalur laut.
Ironisnya, kondisi dermaga yang rusak itu disebut telah memakan korban. Salah satunya dialami seorang warga Desa Koloray, Kecamatan Morotai Selatan, Fatmawati Baba, yang tergelincir akibat kondisi salah satu bagian jembatan dermaga yang rusak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat insiden tersebut, Fatmawati mengalami luka memar pada bagian wajah dan lutut. Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa kerusakan fasilitas publik tersebut bukan lagi ancaman yang bersifat teoritis, melainkan telah menimbulkan dampak langsung terhadap masyarakat.
Bagi warga tiga desa yang bergantung pada akses laut, Dermaga Taman Kota Daruba memiliki posisi strategis. Kerusakan fasilitas tersebut berpotensi menghambat mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas transportasi, distribusi kebutuhan pokok maupun berbagai kepentingan masyarakat yang harus menggunakan jalur laut.
Pertanyaannya, sampai kapan masyarakat harus mempertaruhkan keselamatan ketika melewati fasilitas publik yang kondisinya sudah rusak? Apakah Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai harus menunggu korban berikutnya jatuh, mengalami luka yang lebih serius, atau bahkan terjadi sesuatu yang lebih fatal, baru kemudian mengambil tindakan?
Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Morotai. Pemerintah tidak boleh membiarkan fasilitas yang digunakan masyarakat secara rutin berada dalam kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.
Pemda Morotai didesak segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi Dermaga Taman Kota Daruba, kemudian mengambil langkah konkret untuk memperbaiki bagian-bagian yang mengalami kerusakan. Jangan sampai kerusakan yang hari ini hanya menyebabkan luka memar berubah menjadi tragedi yang lebih besar.
Masyarakat tidak membutuhkan janji dan sekadar peninjauan lapangan. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata dan cepat. Sebab, setiap hari dermaga tersebut tetap digunakan masyarakat, sementara kerusakannya terus menjadi ancaman yang menunggu korban berikutnya.
Pemda Morotai jangan menunggu korban kembali berjatuhan. Benahi dermaga sebelum kerusakan infrastruktur berubah menjadi tragedi kemanusiaan.
Editor : Coretan_satu
Sumber Berita : Taslim B









