Fee Misterius PT. Intimkara Menguap, Warga Desa Hapo Murka!

- Penulis Berita

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, warga Hapo ngamuk Kepada Pemerintah Desa Hapo

Foto, warga Hapo ngamuk Kepada Pemerintah Desa Hapo

MOROTAI,Coretansatu.com – Gelombang protes menguat dari warga Desa Hapo, Kecamatan Morotai Jaya. Mereka meluapkan kekecewaan atas dugaan ketidaktransparanan pemerintah desa terkait pengelolaan dana kontribusi (fee) dari aktivitas pengambilan material oleh perusahaan pengaspalan, PT Intimkara, yang beroperasi di wilayah mereka,Rabu/04/03/2026.

Aktivitas pengambilan pasir di pesisir pantai serta batu dan pasir di dasar Sungai Hapo disebut telah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, warga mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan terbuka mengenai besaran fee yang diberikan perusahaan kepada pemerintah desa maupun peruntukannya.

Sorotan tajam diarahkan kepada Kepala Desa Hapo, Buyung Bagindo, dan Ketua BPD Arsil Turege. Keduanya didesak untuk segera memberikan klarifikasi resmi dan transparan kepada masyarakat terkait aliran dana dari perusahaan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama ini tidak pernah ada musyawarah terbuka atau laporan resmi soal fee itu. Kami tidak tahu berapa yang masuk dan digunakan untuk apa,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tak hanya soal transparansi dana, warga juga menuding sikap perusahaan yang dinilai acuh tak acuh terhadap dampak sosial yang ditimbulkan. Sejumlah fasilitas dan harta warga disebut telah terdampak, namun penyelesaiannya dinilai lamban dan tidak jelas.

Salah satu yang paling disorot adalah dugaan penggusuran tanaman milik warga yang sebelumnya dijanjikan akan diganti rugi oleh pihak perusahaan. Hingga kini, pembayaran yang dijanjikan tersebut belum juga direalisasikan.

Warga mengaku kecewa karena janji pelunasan hanya sebatas ucapan tanpa kepastian waktu. “Sudah lama dijanjikan akan dibayar lunas, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” tambah sumber tersebut.

Lebih jauh, aktivitas pengambilan material di pantai dan sungai disebut berdampak pada lingkungan sekitar. Warga mengklaim terjadi pengikisan bantaran sungai yang memicu banjir dan merusak sejumlah kebun milik masyarakat.

Sejumlah lahan perkebunan warga dikabarkan menjadi korban akibat abrasi dan luapan air sungai. Ironisnya, menurut pengakuan warga, belum ada bentuk ganti rugi yang diberikan atas kerusakan tersebut.

“Material pasir dan batu diambil terus-menerus. Akibatnya sungai berubah dan kebun kami terkikis banjir. Tapi sampai sekarang tidak ada ganti rugi,” ujar warga itu dengan nada kesal.

Warga Desa Hapo kini mendesak adanya audit terbuka terhadap pengelolaan dana kontribusi perusahaan serta evaluasi menyeluruh terhadap dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas pengambilan material. Mereka berharap pemerintah kecamatan hingga kabupaten segera turun tangan sebelum konflik sosial semakin meluas.

Hingga berita ini diterbitkan pihak PT.Intimkara dan pemerintah Desa Hapo Masi dalam upaya konfirmasi media.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan
LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:43

Dinilai Mandul, GMNI Desak Kapolda Malut Turun Tangan Segel PETI di Halmahera Selatan

Berita Terbaru