MOROTAI,CM – Abrasi yang terus menggerogoti wilayah pesisir Desa Kolorai (Koloray), Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, mulai menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Bukan hanya mengikis daratan, kondisi tersebut juga disebut telah berdampak terhadap sumber air yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Persoalan abrasi itu kembali menjadi keluhan masyarakat pada Rabu (26/08/2026). Hantaman gelombang laut, arus, serta pasang surut yang terus terjadi membuat kawasan pesisir Desa Kolorai berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, abrasi bukan sekadar persoalan terkikisnya garis pantai. Ketika air laut semakin mendekati permukiman dan sumber air masyarakat, ancaman terhadap kebutuhan dasar warga pun semakin nyata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu aktivis Desa Kolorai, Kodrat, secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai tidak menganggap persoalan tersebut sebagai masalah biasa. Menurutnya, pemerintah daerah harus segera turun tangan sebelum abrasi berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan sulit dikendalikan.
Ia mendesak Bupati Pulau Morotai bersama instansi teknis segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk mengetahui kondisi terkini kawasan pesisir serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
“Pemerintah harus segera mengambil langkah. Ini sudah menjadi keresahan masyarakat dan dampaknya menyentuh kebutuhan air minum warga,” tegas Kodrat.
Menurutnya, jika kondisi abrasi dibiarkan tanpa penanganan serius, bukan tidak mungkin kerusakan pesisir semakin meluas. Ancaman terhadap sumber air masyarakat juga harus menjadi perhatian utama karena menyangkut kebutuhan dasar dan kesehatan warga.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi alarm bagi Pemda Morotai agar tidak menunggu sampai kerusakan semakin parah atau masyarakat benar-benar kehilangan akses terhadap sumber air yang layak. Langkah penanganan, menurutnya, harus dilakukan secara cepat, terukur, dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Kodrat juga meminta pemerintah tidak berhenti pada pendataan atau kunjungan seremonial. Pemerintah daerah dinilai perlu menyiapkan langkah konkret, termasuk kajian teknis mengenai penyebab abrasi, tingkat kerusakan garis pantai, serta solusi perlindungan kawasan pesisir yang sesuai dengan kondisi Desa Kolorai.
Masyarakat kini menunggu tindakan nyata Pemda Pulau Morotai. Sebab, jika abrasi terus dibiarkan menggerogoti daratan tanpa intervensi, persoalannya bukan lagi sekadar soal garis pantai yang mundur, tetapi menyangkut keselamatan lingkungan dan keberlangsungan kebutuhan dasar warga Desa Kolorai.
Pemda Morotai diminta segera turun tangan sebelum abrasi berubah menjadi krisis yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.
Editor : Admin Coretansatu.com
Sumber Berita : Taslim Barakati









