Abrasi di Desa Kolorai Mengancam Sumber Air Warga, Pemda Morotai Didesak Segera Ambil Tindakan Nyata

- Penulis Berita

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: istimewa

Foto: istimewa

MOROTAI,CM – Abrasi yang terus menggerogoti wilayah pesisir Desa Kolorai (Koloray), Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, mulai menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Bukan hanya mengikis daratan, kondisi tersebut juga disebut telah berdampak terhadap sumber air yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Persoalan abrasi itu kembali menjadi keluhan masyarakat pada Rabu (26/08/2026). Hantaman gelombang laut, arus, serta pasang surut yang terus terjadi membuat kawasan pesisir Desa Kolorai berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, abrasi bukan sekadar persoalan terkikisnya garis pantai. Ketika air laut semakin mendekati permukiman dan sumber air masyarakat, ancaman terhadap kebutuhan dasar warga pun semakin nyata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu aktivis Desa Kolorai, Kodrat, secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai tidak menganggap persoalan tersebut sebagai masalah biasa. Menurutnya, pemerintah daerah harus segera turun tangan sebelum abrasi berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan sulit dikendalikan.

Ia mendesak Bupati Pulau Morotai bersama instansi teknis segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk mengetahui kondisi terkini kawasan pesisir serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

“Pemerintah harus segera mengambil langkah. Ini sudah menjadi keresahan masyarakat dan dampaknya menyentuh kebutuhan air minum warga,” tegas Kodrat.

Menurutnya, jika kondisi abrasi dibiarkan tanpa penanganan serius, bukan tidak mungkin kerusakan pesisir semakin meluas. Ancaman terhadap sumber air masyarakat juga harus menjadi perhatian utama karena menyangkut kebutuhan dasar dan kesehatan warga.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi alarm bagi Pemda Morotai agar tidak menunggu sampai kerusakan semakin parah atau masyarakat benar-benar kehilangan akses terhadap sumber air yang layak. Langkah penanganan, menurutnya, harus dilakukan secara cepat, terukur, dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Kodrat juga meminta pemerintah tidak berhenti pada pendataan atau kunjungan seremonial. Pemerintah daerah dinilai perlu menyiapkan langkah konkret, termasuk kajian teknis mengenai penyebab abrasi, tingkat kerusakan garis pantai, serta solusi perlindungan kawasan pesisir yang sesuai dengan kondisi Desa Kolorai.

Masyarakat kini menunggu tindakan nyata Pemda Pulau Morotai. Sebab, jika abrasi terus dibiarkan menggerogoti daratan tanpa intervensi, persoalannya bukan lagi sekadar soal garis pantai yang mundur, tetapi menyangkut keselamatan lingkungan dan keberlangsungan kebutuhan dasar warga Desa Kolorai.

Pemda Morotai diminta segera turun tangan sebelum abrasi berubah menjadi krisis yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Hormati Hak Demokrasi, Polda Maluku Utara Ingatkan Penyampaian Aspirasi Wajib Tertib
Budaya Baca Mahasiswa Tergerus Digitalisasi, Presiden Dema IAIN Ternate Kadir Ikram Dorong “Iqra Kampus”
Wakapolda Malut Buka FGD: Transformasi Aduan Masyarakat Menuju Polri Responsif
Dugaan Skandal Solar hingga Gratifikasi PLN Maluku Utara, Front Rakyat Siap Geruduk KPK!
Namanya Dihapus Sepihak, Penyandang Disabilitas di Halsel Tuntut Keadilan BLT-DD 2026
Dilaporkan Pencemaran Nama Baik, Kuasa Hukum Jurnalis Sukandi Ali Balik Sorot Dugaan SLAPP dan Perlindungan Pejuang Lingkungan
PT IMM Hadir untuk Warga Desa, Perbaiki Jalan dan Saluran Air di KM 04 Dukung Aktivitas Ekonomi Masyarakat
Eco Bhinneka Gelar ToT Pengelolaan Sampah, Dorong Perempuan dan Pemuda Jadi Penggerak Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:35

Kecam Kadisparbud, PWI Halsel: Jangan Jadi ‘Humas’ Kusu Island Resort dan Abaikan Kebebasan Pers!

Selasa, 21 April 2026 - 09:30

BWS Malut Dinilai Tak Bertaring Evaluasi PPK, FORMAPAS Bakal Laporkan Proyek Rp. 42 Miliar ke KPK 

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:21

Izin Bermasalah, Aktivitas Tambang Emas Hasan Hanafi di Pulau Obi Picu Kerusakan Lingkungan

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:52

Fee Misterius PT. Intimkara Menguap, Warga Desa Hapo Murka!

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:27

Teror Berulang Di Babang: Remaja 16 Tahun Diduga Kembali Diculik Kerabat Terlapor Kasus Pengeroyokan

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:18

Fakta Hukum Diabaikan, API Dinilai Jadi Humas Korporasi Tambang Ilegal di Halmahera Timur

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:49

Keberanian Di Tengah Ketidakadilan: Sumiati Majid Serukan Penuntasan Kasus Halsel Express 01

Minggu, 7 Desember 2025 - 18:40

Bantuan Gelombang Kedua Tiba di Aceh, Jamaluddin Idham Fokus Perkuat Logistik dan Relawan

Berita Terbaru