Proyek Pagar Sekolah di Desa Toin Diduga Bermasalah, Kualitas Tak Sesuai Spesifikasi  

- Penulis Berita

Rabu, 29 Oktober 2025 - 03:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Papan proyek pembangunan Pagar Sekolah

Foto: Papan proyek pembangunan Pagar Sekolah

HALSEL,Coretansatu.com – Proyek pembangunan pagar SD Negeri 45 Halmahera Selatan di Desa Toin, Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi sorotan setelah muncul dugaan kualitas pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Proyek yang dikerjakan oleh CV. M. Nazwiberkah ini seharusnya bertujuan untuk memperindah lingkungan sekolah dan meningkatkan keamanan siswa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, panjang pagar yang dikerjakan mencapai sekitar 82 meter. Namun, beberapa warga menilai ada indikasi penyimpangan terhadap standar material dan konstruksi. Mereka menyoroti penggunaan material yang diduga tidak sesuai standar, fondasi yang dangkal, serta pengerjaan yang terkesan asal-asalan.

Masyarakat Desa Toin berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan selaku penanggung jawab dapat menindak tegas kontraktor pelaksana. “Pemerintah harus lebih selektif dalam menunjuk rekanan proyek, terutama yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan,” ujar salah satu warga pada Rabu, (29/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terpisah dari itu awak media mengkonfirmasi pihak CV M. Nazwiberkah  melalui pesan WhatsApp, ia membenarkan bawah pihaknya bekerja sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan selalu diawasi oleh Dinas Pendidikan kabupaten Halmahera Selatan.

Ia juga menambahkan bahwa panjang pagar yang dikerjakan sudah sesuai dengan perencanaan, yakni 68 meter di bagian depan dan 14 meter di bagian samping. “Silakan ukur la tau sendiri, pasti pas,” katanya.

“Ia juga meminta awak media Jangan sembarang menulis kalau hanya sebatas info dari orang,” tegasnya, menyiratkan ketidak setujuan terhadap pemberitaan yang dianggap tidak berimbang.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah untuk memperketat sistem pengawasan dan memastikan setiap proyek publik berjalan transparan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Berita Terbaru