Uang Rakyat Ratusan Juta ‘Hilang’, Kaban BKPSDM Tidore Tak Berani Bicara

- Penulis Berita

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 14:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE,Coretansatu.com — Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Maluku Utara menemukan dugaan kerugian negara sebesar Rp163.015.000,00 di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Temuan ini terkait dengan realisasi belanja honorarium Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2023 yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Menurut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, total realisasi belanja jasa honorarium pada BKPSDM mencapai Rp341.100.000,00. Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak Rp163.015.000,00 disinyalir bermasalah karena pembayaran honorarium untuk panitia seleksi JPT tidak mematuhi peraturan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Realisasi pembayaran honorarium pada BKPSDM tidak sesuai ketentuan sebesar Rp163.015.000,00, “ungkap BPK

Temuan ini menunjukkan adanya ketidakpatuhan dalam pengelolaan keuangan daerah, khususnya terkait pembayaran honorarium untuk panitia seleksi. BPK menekankan bahwa realisasi pembayaran tersebut berpotensi merugikan keuangan negara

Menanggapi temuan tersebut, awak media Coretansatu.com, berupaya menkonfirmasi Kepala BKPSDM Tidore, Rusdy Thamrin. Namun, upaya konfirmasi melalui pesan singkat maupun telpon tidak mendapat respons hingga berita ini diterbitkan. Sikap bungkam ini menambah sorotan terhadap akuntabilitas lembaga tersebut dalam mengelola anggaran.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang
Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite
Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi
Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA
Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender
Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut
Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 10:13

Kontraktor Minta Inspektorat Periksa Pokja III Malut

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:45

Kontroversi Kades Sawadai Halsel: Berulang Kali Terseret Kasus Moral, Mengaku Tak Takut Sanksi Bupati

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:11

Gelar Penyuluhan di Desa Baru, Polsek Obi Ajak Pelajar SMPN 13 Halsel Perangi Judol dan Napza

Berita Terbaru

Foto: istimewa

Maluku Utara

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:21