JAKARTA,Coretansatu.com — Aksi besar besok bakal kembali bergema. Bukan saja mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa PT Smart Marsindo, namun orang nomor satu Maluku Utara yakni Gubernur Maluku Utara, Serly Laos Tjoanda, yang juga menjadi target desakan moral dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Maluku Utara Pada, Kamis/09/10/2025.
Besok, massa SEMMI Malut akan menggelar aksi di depan Gedung KPK RI. Mereka menuntut lembaga antirasuah segera menyelidiki dugaan keterlibatan perusahaan yang disebut-sebut dimiliki atau dikendalikan oleh Serly Laos Tjoanda, yang dituding telah merusak ekosistem alam Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah.
Ketua SEMMI Malut Sarjan Hi Rivai menegaskan bahwa aksi ini bukan serangan politik, melainkan bentuk keprihatinan atas kehancuran lingkungan yang makin parah di Pulau Gebe. Ia menyebut, rakyat tidak lagi menikmati kesejahteraan dari kekayaan alamnya, justru menanggung beban akibat kerakusan elite penguasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika benar Gubernur Maluku Utara Serly Laos Tjoanda berada di balik perusahaan yang menghancurkan Pulau Gebe, maka KPK wajib bertindak. Kami tidak akan diam melihat pejabat publik menikmati hasil dari kerusakan alam,” tegasnya kepada media ini.
Menurut Sarjan, ada indikasi kuat bahwa perusahaan yang beroperasi di Pulau Gebe mendapat perlakuan istimewa dari pemerintah provinsi. Mereka menduga adanya praktik penyalahgunaan kekuasaan untuk melindungi kepentingan bisnis tertentu yang merugikan lingkungan dan masyarakat.
“Kami punya data dan indikasi yang cukup untuk disuarakan. Gubernur tidak boleh bermain dua kaki: di satu sisi mengaku peduli lingkungan, tapi di sisi lain justru membiarkan tambang merusak tanah leluhur,” ujar Sarjan koordinator aksi.
SEMMI Malut menegaskan, mereka tidak hanya datang untuk berorasi. Aksi ini juga akan disertai dengan penyerahan dokumen laporan resmi ke KPK, berisi dugaan praktik korupsi, gratifikasi izin tambang, dan pelanggaran aturan lingkungan yang melibatkan perusahaan di bawah kendali Serly Laos Tjoanda.
Pulau Gebe yang dulu dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan hayatinya kini berubah menjadi kawasan gersang dan tercemar. Warga setempat mengeluhkan air yang mulai keruh, tanah longsor di sekitar area tambang, dan rusaknya hutan lindung akibat aktivitas alat berat tanpa kontrol.
“Besok kami akan buktikan bahwa mahasiswa Maluku Utara tidak takut kepada siapa pun, termasuk Gubernur. Kami berdiri untuk kebenaran, untuk alam Pulau Gebe, dan untuk masa depan Maluku Utara yang bersih dari keserakahan,” tutup pungkas Ketua SEMMI Malut dengan nada lantang seakan-akan membakar semangat perjuangan.
Editor : Admin.Coretansatu









