TIDORE,Coretansatu.com — Terik matahari siang di jantung Kota Tidore Kepulauan mendadak terasa teduh di sebuah warung kopi sederhana tepat di depan kantor Polresta. Di sana, di antara aroma kopi yang baru diseduh, sekat-sekat birokrasi kepolisian yang kaku seketika mencair.
Duduk melingkar di meja pendek adalah Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bulow, S.I.K., M.H., Kapolresta Tidore Kepulauan. Bersama para pimpinan media lokal dan wartawan, pria berdarah Maluku yang dikenal ramah ini berbincang tanpa jarak dalam pertemuan informal yang diinisiasi oleh Kasi Humas, Aipda Agung Setyawan.
Namun, di balik senyum ramahnya, ada riak kerisauan seorang pemimpin yang tidak bisa disembunyikan. Sorot mata mantan perwira Korlantas Polri itu mendadak serius saat ia menyeruput kopinya dan mulai blak-blakan mengenai kondisi riil pasukannya di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat berharap adanya penambahan personel. Ini penting untuk memperkuat dan menjadi backup di beberapa Polsek, khususnya di daratan Oba,” ungkap Kombes Ampi dengan nada suara melunak, namun penuh penekanan, (13/7)
Bagi Ampi, kelayakan tugas dan kesejahteraan jajarannya di garis depan adalah fondasi paling utama. Tanpa personel yang cukup, pelayanan terbaik untuk masyarakat Tidore tentu akan pincang.
Meski pasukannya serba terbatas secara kuantitas, urusan komitmen menjaga keamanan sama sekali tidak boleh ditawar. Garis wajah ramah Kombes Ampi langsung berubah tegas saat membahas penyakit sosial yang meresahkan warga. Perintahnya kepada seluruh anggota di lapangan terdengar mutlak, babat habis peredaran minuman keras (miras).
Tantangan di pundak Kombes Ampi memang berlapis. Di meja warung kopi itu, ia juga blak-blakan menguliti masalah infrastruktur dan fasilitas penunjang polsek-polsek pelosok yang rusak. Alih-alih menghindar dengan obral janji manis, ia memilih bersikap jujur dan transparan.
Ia berjanji akan menelusuri kembali setiap usulan perbaikan yang sudah diajukan, sembari menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan arahan dari komando atas.
“Namun, saya tetap sangat optimis untuk memperjuangkan kebutuhan dasar personel di lapangan ini,” pungkasnya, menutup kalimat dengan senyuman optimisme yang kembali merekah di wajahnya
Siang itu, pertemuan ditutup dengan jabat tangan erat. Obrolan santai di warung kopi depan Polresta menjadi bukti nyata, di balik seragam dinas berlogo tiga melati, Kombes Ampi adalah sosok pemimpin yang mau membuka ruang keterbukaan dan berani jujur mengakui keterbatasan demi kedamaian sejati bumi Tidore Kepulauan.
Editor : Admin Coretansatu.com
Sumber Berita : Rahmat Wijaya








